Predator

Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, predator adalah hewan yang hidup dengan memangsa hewan lain. Tapi selain sebagai pemangsa, kata predator juga disematkan bagi pelaku pencabulan anak. Belum lama ini Cihonje digegerkan dengan kasus sodomi anak dengan korban di bawah umur. Pelaku sodomi kemudian tertangkap setelah ada korban yang melapor.

Berawal dari laporan lima korban, terkuak faktar anyar. Ternyata ‘Predator Cihonje’ telah melakukan perbuatan bejatnya ini pada delapan anak. Modusnya dengan menyuguhkan tontonan porno pada bocah yang ia dekati terlebih dahulu. Setelah anak mulai terangsang, ia mulai melancarkan serangan cumbuan.

Kasus sodomi anak ini sebenarnya bukan yang pertama kali di Banyumas Raya. Bila dirunut, sebelumnya kasus serupa pernah terjadi Ledug, Kembaran. Seorang pria asal Cirebon, yang merupakan residivis kasus sodomi, kembali melakukan hal yang sama. Ia kemudian dibekuk karena mencabuli tujuh anak yang berusia 12 hingga 15 tahun.

Di Cilacap juga ada pelaku sodomi anak usia 13 tahun. Modus pelaku mendekati korban dengan memberikan uang, dan meminjamkan berbagai barang, dari ponsel sampai sepeda motor. Korban awalnya hanya bercerita tentang kondisi ekonomi. Pelaku langsung tanggap, ia memberikan sebuah ‘pekerjaan’ dengan imbalan uang.

Tahun 2014, ada berita sodomi yang cukup menggemparkan juga di Banyumas. Pelaku sodomi yang bernama Dedi ini adalah pedagang cilok yang melakukan sodomi pada 28 anak di Banyumas. Ia memberikan iming-iming pada korban dengan uang. Tiap anak yang mau melakukan hal tak senonoh itu, ia beri uang Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu.

Itu baru di Banyumas Raya, di pelosok nusantara masih banyak sekali kasus serupa. Entah dengan modus iming-iming uang, hingga pendekatan melalui film porno. Namun demikian, ada beberapa fakta menarik dibalik kasus sodomi ini. Yakni sebuah rantai kemunculan predator.

Meski terjadi di tempat yang berbeda, dengan orang yang berbeda pula, para predator ini punya masa lalu yang sama. Mereka mengaku, dulu pernah menjadi korban sodomi. Berawal dari hal inilah, para predator kemudian menemukan ketertarikan sesama jenis. Fakta yang mengejutkan, Dedi si pedagang cilok Banyumas dulunya pernah disodomi oleh tetangganya. Artinya, orang terdekat dari rumah dan keluarganya sendiri.

Sebagai orangtua, saya tentunya jadi was-was. Jangan-jangan anak yang jadi korban itu takut melapor pada orangtua karena dianggap hal yang tabu? Padahal jika sudah jadi korban dan traumanya tak tertangani, bisa saja suatu saat ia jadi pelaku.

Bayangkan, jika satu predator saja punya korban puluhan seperti Dedi, pedagang cilok Banyumas yang korbannya sampai 28 anak, ada berapa predator yang akan muncul kembali? Proses pendampingan dan dukungan penuh dari keluarga adalah kunci dari semua ini. Jangan sampai, satu predator lenyap malah tumbuh lagi seribu predator. Karena bukan tidak mungkin, para predator itu berasal dari orang yang paling dekat dengan korban sekalipun.

Pullout : Proses pendampingan dan dukungan penuh dari keluarga adalah kunci dari semua ini. Jangan sampai, satu predator lenyap malah tumbuh lagi seribu predator.

Komentar

komentar

BAGIKAN