Hari Ayah

Hari Ayah bagi kita masih asing. Selama ini yang santer kita kenal Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember dan Hari Kartini yang dirayakan tiap 21 April sebagai peringatan identitas perjuangan kaum perempuan dengan tokoh RA Kartini.

Hari Ayah ini sejatinya hari untuk menghormati ayah. Di Amerika, dan lebih dari 75 negara lain, seperti Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Turki, Pakistan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Filipina, dan Hongkong dalam Hari Ayah atau Father’s Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan ke tiga bulan Juni, dan dirayakan hampir di seluruh dunia yang dimulai pada awal abad ke-12.  Biasanya Hari Ayah dirayakan dengan pemberian hadiah kepada ayah dan kegiatan kekeluargaan.

Selain semua itu juga ayah adalah tulang punggung, sandaran, dan pelindung dalam sebuah rumah tangga. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Laki-laki Internasional atau International Men’s Day (dalam bahasa Inggris) diperingati setiap bulan 19 November. Di Indonesia sendiri Hari Ayah dirayakan pada tanggal 12 November. Hari Ayah pertama kali dideklarasikan di Solo pada tahun 2006, di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Hari Ayah perlu ditanamkan kepada generasi bangsa, sebab sebelum ada Hari Ayah seakan diskriminatif terhadap kaum laki-laki manakala peringatan Hari Ibu selalu mengharu-biru dimana-mana, menyanjung setinggi langit peran ibu dengan memberi hadiah dan ucapan ‘Selamat Hari Ibu’. Sedangkan bagi ayah atau bapak tak pernah mendapat tempat peringatan seperti itu.

Karena baru berumur seumur jagung deklarasi Hari Ayah di Indonesia, sehingga tak semembahana Hari Ibu. Padahal peran ayah atau bapak begitu penting baik bagi keluarga, bangsa dan negara dengan latar belakang segala profesi atau pekerjaannya. Mereka membanting tulang demi memperoleh rizki untuk menghidupi anak istri setiap hari. Tak jarang sampai mengorbankan nyawa. Bagi seorang anak, sosok ayah juga tak kalah penting dengan ibu yang dapat memberi kehangatan di tengah keluarga.

Dengan memberi kado, hadiah, ucapan Selamat Hari Ayah pada saat Hari Ayah kiranya dapat lebih mengharmoniskan rumah tangga.  Bagi kaum pria yang telah menjadi ayah pun akan tersentuh hatinya dan menyadari posisinya sebagai kepala rumah tangga harus menjadi contoh yang baik. Menjalankan pekerjaan dengan baik, berkorban untuk anak istri. Tidak korupsi dan perbuatan jahat lainnya.

Alangkah indah apabila Hari Ayah diselenggarakan secara seremonial oleh pemerintah. Mungkin pula dapat mengurangi niatan korupsi para pejabat yang telah jadi ayah. Memang di medsos mulai banjir ucapan Hari Ayah, dibalik sosok ayah yang kuat ternyata banyak lho perasaan-perasaan ayah terpendam yang bikin haru. Berikut kami berikan kesempatan para ayah untuk mencurahkan isi hati terdalamnya. Ya, Selamat Hari Ayah untuk para semua ayah di seluruh dunia. Terima kasih atas jasa kalian selama ini. Sudahkah kita mengucapkan Selamat Hari Ayah pada ayah kita? ([email protected])

Komentar

komentar

BAGIKAN