ANGGOTA PMI Banjarnegara melakukan pelatihan sebagai bekal keterampilan kesiapsiagaan terhadap bencana di Desa Sirukem, Kecamatan Kalibening, Senin (13/11)

KALIBENING,SATELITPOST-Menyadari fakta bahwa sebagian besar wilayah Banjarnegara tergolong rawan bencana, PMI Cabang Banjarnegara melakukan pelatihan sebagai bekal keterampilan kesiapsiagaan terhadap bencana. Kegiatan tersebut dilakukan di Desa Sirukem, Kecamatan Kalibening, Senin (13/11).

Ketua PMI Cabang Banjarnegara, Setiawan mengatakan, pelatihan terhadap warga terkait kesiapsiagaan bencana ini sangat penting. Oleh karenanya, PMI memberikan pembelajaran terhadap warga terkait Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat (KBBM). “Melalui kegiatan pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kepedulian dan ketangguhan dalam bidang mitigasi dan penanggulangan bencana alam,” katanya.

Selain itu kegiatan ini juga mampu meningkatkan wawasan tentang respons darurat kebencanaan berbasis masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut diikuti oleh 25 relawan desa yang tergabung dalam tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) atau Community Based Action Team (CBAT). Tim tersebut merupakan bentukan PMI Kabupaten Banjarnegara yang diharapkan menjadi kader tangguh dan tanggap terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

Kepala Markas PMI Kabupaten Banjarnegara, Edi Purwanto mengatakan, Kegiatan Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat pada tahun ini akan dilaksanakan di dua desa. Antara lain, Desa Sirukem, Kecamatan Kalibening dan Desa Duren, Kecamatan Pagedongan.

“Sebelum melaksanakan pelatihan, sebagai bahan rujukan kami melaksanakan baseline survey yang bertujuan untuk menyusun kerangka acuan, out come, dan tingkat kerentanan terhadap berbagai macam jenis bencana alam,” katanya.

Pada kegiatan tersebut, pihaknya juga menggandeng stakeholder terkait. Antara lain, Kecamatan, BPBD, dan Dinas Sosial untuk ikut memberikan pemahaman dan materi tentang peran, fungsi, dan mitigasi bencana alam.

Dengan mengunakan metode ceramah, diskusi, praktik, dan partisipasi aktif seluruh peserta, proses pelatihan berjalan dengan baik. Penyelenggara pun berharap muncul kader yang handal dan berkualitas dalam penanganan respon kedaruratan melalui kegiatan kemarin. (oel)

Komentar

komentar

BAGIKAN