SEJUMLAH pelajar mengerjakan soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 1 Purwokerto, Selasa (2/5). SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

PURWOKERTO, SATELITPOST-Dari 153 SMP/MTs di Kabupaten Banyumas, baru 70 sekolah yang menerapkan Ujian nasional Berbasis Komputer (UNBK). Jumlah tersebut pun tidak semua melakukan secara mandiri.

“Itu baik sekolah swasta maupun sekolah negeri,” kata Kepala Dindik Kabupaten Banyumas,  Drs Purwadi Santoso MM ditemui saat melakukan pantauan UN, Selasa (2/5).

Dari jumlah 70 sekolah, baru 21 sekolah yang melaksanakan secara mandiri. Artinya, baru 21 sekolah yang mampu menggelar UNBK di gedung sekolah sendiri.

“50 sekolah menginduk ke sekolah lain,” kata dia.

Dari jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK mandiri, kebanyakan merupakan sekolah di kawasan perkotaan. Faktor yang menyebabkan sekolah harus menginduk ke sekolah lain karena keterbatasan sarana prasarana pendukung (komputer dan jaringan internet).

“Ya bisa dibilang seperti itu (rata-rata daerah perkotaan, red),” ujarnya.

Purwadi mengaku, di hari pertama pelaksanaan UN, tidak ada keluhan masuk ke Dindik. Baik mengenai teknis pelaksanaan, soal, maupun terkait harus menginduk. Mengenai sekolah yang menginduk, sudah ada kebijakan tidak boleh berjarak lebih dari 5 Km.

“Sampai sekarang tidak ada informasi masuk, meskipun harus menginduk,” kata dia.

Beberapa SMP yang menginduk ke sekolah lain di antaranya SMP N 2 Baturraden menginduk ke SMK Kesatrian Purwokerto. Sedangkan SMP N 5 menginduk ke SMK 75 Purwokerto. Proses pelaksanaan UNBK rata-rata dibagi menjadi tiga sesi.

“Dilakukan dengan tiga sesi, mulai pukul 07.30 WIB,” Kata Purwadi.

Hari pertama dilaksanakan UN, pelajar mengerjakan soal mata pelajaran bahasa Indonesia. Sampai berita ini diturunkan, pelaksanaan berjalan lancar dan tidak ada keluhan yang berarti. Baik mengenai soal maupun teknis pengerjaan.

“Tidak ada masalah yang berarti, ada beberapa sekolah yang komplain karena internet yang lemot, tapi itu bisa diatasi artinya tidak ada masalah,” kata dia.

Purwadi menambahkan, pihak Dindik sudah berkoordinasi dengan pihak PLN untuk ketersediaan listrik saat UNBK berlangsung.  Sehingga, terkait soal listrik tidak terlalu dikhawatirkan.

“Jauh hari kami sudah koordinasi dengan PLN, kalau pun mati listrik sudah ada unit-unit di beberapa wilayah yang bisa dihubungi, namun demikian sekolah tetap perlu menyediakan jenset,” katanya.

Kepala Sekolah SMP N 2 Purwokerto, M Djohar menyampaikan, pelaksanaan UNBK tahun ini merupakan kali kedua dilaksanakan sekolahnya. Sehingga, persiapan tidak terlalu ribet seperti persiapan pelaksaan pertama kali.

“Tahun ini kan yang kedua, jadi persiapan sudah relatif lebih ringan dibanding saat persiapan pertama,” katanya.

Selain masalah fasilitas, pihak sekolah juga sudah memastikan kapasitas kekuatan internet di sekolah tersebut aman untuk melaksanakan UN. Selain itu, pihak sekolah juga menyiapkan teknisi untuk mengatasi jika ada kendala teknis yang dihadapi.

“Intenet kami sudah cukup kuat, kami juga menyiapkan tenaga teknisi untuk jaga-jaga,” ujarnya. ([email protected])

 

Komentar

komentar