BANYUMAS, SATELITPOST-Polres Banyumas melakukan razia penyekatan aksi bela Rohingya di jalur Selatan. Operasi ini digelar setelah menerima informasi ada yang akan mengikuti aksi di Candi Borobudur, Magelang. Dari penyekatan yang dilakukan, sebanyak 51 satu orang terjaring, walaupun tidak ada barang bawaan yang mencurigakan. Polisi memeriksa indentitas masing-masing sebelum akhirnya mempersilakan mereka melanjutkan perjalanan, Kamis (7/9) malam.

Menurut Kabag Ops Polres Banyumas, Kopol Suranto SH, pelaksanaan razia penyekatan tersebut berlangsung di dua tempat yakni di simpang empat Pasar Sokawera, Somagede dan simpang mepat Buntu, Kemranjen. “Anggota kami memeriksa setiap kendaraan baik roda empat maupun roda dua, penumpangnya kami periksa,” ujar dia.

Dari pemeriksaan tersebut, orang-orang ditanya tujuannya hingga kemudian dicatat identitasnya serta diperiksa barang bawaannya. “Sekitar 51 orang yang kami periksa semalam. Alhamdullilah tidak ditemukan senjata berbahaya dari orang-orang yang hendak berangkat ke Magelang,” kata dia.

Setelah dilakukan pemeriksaan, orang-orang tersebut kemudian dipersilakan kembali melanjutkan perjalanan ke Magelang. Sebelumnya, polisi sempat menghentikan orang yang akan berangkat aksi dan meminta untuk kembali pulang ke rumahnya masing-masing. “Dari informasi memang tidak jadi melakukan doa bersama di Candi Borobudur, tetapi di Masjid yang ada di Magelang. Jadi kami memperbolehkan melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Ia mengatakan tidak ada rombongan dari Kabupaten Banyumas yang berangkat ke Magelang. Kebanyakan justru berasal dari Jakarta dan Cilacap. “Tidak ada yang dari Kabupaten Banyumas. Karena kami memang sudah bekerja agar masyarakat Banyumas tidak ikut melaksanakan aksi di sana,” kata dia.(san)

Komentar

komentar

BAGIKAN