CILACAP, SATELITPOST-Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap mencatat sampai saat ini capaian imunisasi campak dan Measles Rubella  (MR) di Cilacap mencapai 71 persen. Angka ini tercatat di sebanyak 38 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

“Cakupan imunisasi MR di Cilacap sudah 71,6970 persen, dari total sebanyak 38 Puskesmas. Atau sudah ada sebanyak 301.202 anak yang mendapatkan imunisasi ini,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Cilacap, Bachtiar Achmad SE MKes, Selasa (5/9).

Target anak yang akan diimunisasi yakni sebanyak 443.188 anak, yang tersebar mulai dari anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan juga di posyandu-posyandu.

Bachtiar mengatakan, sampai saat ini belum ada yang menolak imunisasi MR ini, meskipun pada awal pelaksanaan ada satu anak yang menolak karena meragukan kehalalan dai imunisasi MR ini. Sehingga dari pihak dinas memberikan pemahaman kepada yang bersangkutan jika vaksin yang diberikan halal. “Sementara belum ada (yang menolak, red),” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Cilacap, dr Marwoto mengatakan imunisasi campak dan MR secara massal ini merupakan upaya dari pemerintah untuk memutuskan penularan virus campak dan rubella pada anak usia sembilan bulan sampai 15 tahun. Mereka yang terkena inveksi virus  ini ditandai dengan ruam merah di kulit. “Jika tidak divaksin MR ini, maka anak berpotensi terkena penyakit rubella atau campak Jerman,” katanya.

Imunisasi ini dilaksanakan selama dua bulan, sejak awal Agustus sampai September ini. Untuk Agustus, diberlakukan bagi anak-anak sekolah, sedangkan pada September di Posyandu, Rumah Sakit, dan Puskesmas.

Dalam pelaksanaannya, dinas mengerahkan sebanyak 1100 petugas kesehatan, yang berada di puskesmas-puskesmas untuk melakukan imunisasi MR ini.

Anggraeni, ibu satu anak ini mengaku anak-anaknya yang berusia satu tahun lebih ini di imunisasi rubella kemarin di Puskesmas. “Iya sudah diimunisasi, jadwalnya kemarin. Sempat khawatir anaknya kemarin sempat demam dan diare,” katanya.

Dia mengatakan, sempat ragu dengan kehalalan dan keamanan dari imunisasi ini. Setelah mencari informasi konsultasi dengan dokter anak, dia akhirnya memberikan vaksin kepada anaknya. (ale)

Komentar

komentar

BAGIKAN