CILACAP, SATELITPOST-Kepala Kelompok Stasiun Meteorologi di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika wilayah Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan selama September ini, di perairan diperkirakan gelombang masih terlihat tinggi.

“Khusus perairan, gelombangnya masih dipengaruhi oleh angin timuran yang cukup kuat, sampai akhir September masih berpotensi gelombang tinggi,” katanya ketika dihubungi SatelitPost, Selasa (5/9).

BMKG sudah memberikan peringatan gelombang tinggi kepada pengguna jasa perairan. Agar berlaku waspada dan hati-hati dalam melaut.

Sementara itu, selain gelombang tinggi, angin kencang masih terjadi di sekitaran perairan selatan Cilacap. Hal itu membuat nelayan tidak melaut. Mereka memilih untuk memperbaiki jaring mereka, dibandingkan dengan melaut. “Lagi sedang tidak melaut, angine gede. Sudah dua hari ini,” ujar Karsidi, nelayan Cilacap, Selasa (5/9).

Padahal, kata dia, saat ini ikan-ikan sudah bermunculan. Namun menurutnya tidak dipaksakan, untuk tetap melaut karena berisiko tinggi jika tetap melaut di saat angin besar yang menyebabkan gelombang tinggi. Apalagi, perahu yang digunakan perahu jukung atau perahu kecil. “Ikannya lagi ada semua, tapi lagi angin gede,” katanya.

Ikan-ikan yang muncul, katanya seperti layur, udang barat, rebon, dan beberapa lainnya.  Harganya, kata dia bervariatif, untuk layur sekitar Rp 25 ribu/kg, udang sekitar Rp 20 ribuan.

Wiwin Windarsih, pedagang ikan di Pasar Gede mengatakan pasokan ikan memang sedang menurun. Sehingga hasil penjualannya pun mengalami penurunan. “Hampir tiap hari sepi, dan ikannya lagi ngga ada. Kalaupun ada stoknya ngga banyak,” katanya. (ale_rafter@yahoo.com)

Komentar

komentar

BAGIKAN