Ilustrasi

PURBALINGGA, SATELITPOST–Sutarjo Sungeb (45) dan Misrotun (18), adalah ayah dan anak di Desa Binangun RT 2 RW 2, Bojongsari Purbalingga yang kompak melakukan aksi kriminalitas. Rabu (6/9) pagi, mereka melakukan pencurian di rumah Tunut (40) RT 4 RW 3 Bojongsari. Pencurian di rumah Tunut itu merupakan kali kelima mereka melakukan aksi kriminal selama beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan keterangan, anaknya yang bernama Misrotun yang masuk ke dalam rumah, dan bapaknya menunggu di jalan, bapaknya berhasil ditangkap tapi anaknya berhasil kabur, kemudian dilaporkan kepada kami

AKP Tri Arjo Irianto
Kapolsek Bojongsari

Kapolres Purbalingga AKBP Nugroho Agus Setiawan SIK MH, melalui Kapolsek Bojongsari AKP Tri Arjo Irianto menyampaikan  peristiwa terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, di rumah korban Tunut. Saat itu sedang tak ada orang di rumah Tunut. Misrotun masuk ke dalam rumah dan mengambil dompet milik korban, lalu dilempar keluar melalui jendela. Namun, saat itu aksinya ketahuan dan diteriaki maling oleh tetangga Tunut dengan nama Sarmono.

“Berdasarkan keterangan, anaknya yang bernama Misrotun yang masuk ke dalam rumah, dan bapaknya menunggu di jalan, bapaknya berhasil ditangkap tapi anaknya berhasil kabur, kemudian dilaporkan kepada kami,” kata Kapolsek.

Misrotun yang merupakan anak kandung kedua dari Sungeb, diketahui sudah melakukan lima kali aksi pencurian di wilayah kecamatan tersebut. Sebelumnya, mereka melakukan aksi pencurian kambing milik warga. Berdasarkan keterangan, setiap aksinya merupakan inisiatif dari Misrotun. “Ayahnya mengakui kalau sebelumnya memang melakukan aksi pencurian kambing, dia lakukan bersama anaknya. Mereka sudah melakukan lima kali pencurian,” katanya.

Sesaat melakukan aksinya, Misrotun berhasil melarikan diri. Sehingga, hanya ayahnya berhasil diamankan. Sampai berita ini diturunkan, polisi masih melakukan pengejaran terhadap Misrotun.

Ditemui di Mapolsek Bojongsari, Sungeb mengakui perbuatannya itu lakukan bersama anaknya. Sejak selasa Sore dia sudah meninggalkan rumah. Dia bermalam di tempat biasa dia mencari pasir. Keesokan harinya, pagi-pagi dia diajak anaknya untuk mencari uang.  “Saya keluar rumah kemarin sore setelah Asar, pagi hari diajak mencari duit oleh anak saya,” kata dia.

Dia mengaku bahwa setiap kali melakukan pencurian merupakan inisiatif dari anak keduanya yakni Misrotun. Dia hanya diajak untuk mencari uang, dan selalu menunggu beberapa jarak dari lokasi sasaran.

“Saya tidak tahu (kalau mau nyolong, red), selalu hanya ditanya, gelem nggolet duit apa ora? Saya selalu disuruh nunggu di jalan,” kata Sungeb.

Sungeb juga mengaku, kalau sebelumnya memang dia bersama anaknya mencuri kambing. Tetapi, dia mengaku tidak mengetahui kalau kambing itu adalah hasil curian. Kepada ayahnya, Misrotun mengaku kalau kambing tersebut merupakan pinjaman dari temannya.

“Iya, jual kambing, saya diberi Rp 150 ribu, dia bilang kalau kambingnya dipinjamkan oleh temannya. Sebelumnya sudah lima kali, nyolong HP, gula, rokok, kambing, dan ini dompet,” kata dia.

Sungeb, yang kesehariannya bermata pencaharian sebagai penambang pasir, mengaku sangat kapok. Dia berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Bahkan, dia mengaku rela anaknya untuk ditangkap, dengan harapan bisa berubah. “Iya, kapok, menyesal sekali. Bahkan anak saya biar dididik di sini, biar bisa berubah,” ujarnya. Sungeb pun terkena pasal 363 junto 53 dan 55 KUHP tentang percobaan pencurian. (aminbellet@gmail.com)

Komentar

komentar

BAGIKAN