BANJARNEGARA, SATELITPOST-Pemkab Banjarnegara sosialisasikan kebijakan umum program pemugaran Rumah Tidak Layah Huni (RTLH) perdesaan berbasis APBD, Rabu (5/3).
Agenda di aula lantai III gedung sekretariat daerah itu, digelar menyusul keluarnya Keputusan Sekda nomor 413.9/262 Tahun 2017 tentang penunjukan tim pelaksana dan penetapan lokasi serta alokasi dana bantuan sosial kegiatan pemugaran RTLH di Kabupaten Banjarnegara.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Banjarnegara, Arifin Romli mengatakan, surat keputusan Sekda tersebut menjadi landasan hukum dimulainya pelaksanaan pemugaran RTLH.
“Perlu dilakukan sosialisasi supaya jelas siapa penerimanya, disebutkan nama dan alamatnya dengan detil dalam SK. Sehingga, sampai di desa tinggal melaksanakannya saja,” katanya.
Tahun ini, akan dilakukan pemugaran RTLH di 18 Kecamatan, 75 Desa, untuk 670 unit rumah. Masing-masing bakal menerima bantuan senilai Rp 10 juta.
“Total anggaran dari APBD II ini adalah Rp 6,7 Miliar. Mulai awal Mei ini, anggaran sudah dapat dicairkan, selama mekanismenya dipenuhi,” katanya.
Kegiatan sosialisasi bansos RTLH tersebut, dihadiri 250 peserta yang merupakan kepala dinas terkait, camat, kepala desa, dan ketua kelompok.
Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Ekonomi dan Pembangunan, Agus Kusuma berharap, pelaksanaan pemugaran RTLH ini berpedoman pada peraturan berlaku.
“Kerjakan pelaksanaan pemugaran RTLH dengan transparan dan akuntabel. Siapapun yang mau minta informasi tentang anggaran dan pelaksanaan pemugaran, dipersilahkan. Tidak ada hal yang ditutup-tutupi,” katanya.
Berdasarkan data dari Pemuktahiran Basis Data Terpadu (PBDT) tahun 2015 yang dimiliki Bidang Penyelenggaraan Perumahan dan Permukiman pada DPKP Banjarnegara, masih terdapat 52.921 unit rumah tidak layak huni yang belum tertangani.
Tahun ini akan ditangani 5.190 unit RTLH. Jumlah tersebut akan dientaskan dengan dana dari APBD Kabupaten untuk 679 unit rumah, APBD Provinsi untuk 877 unit rumah, DAK 577 unit rumah, BAZ 50 unit rumah, CSR 110 unit rumah, Bankeu Propinsi Jateng 32 unit rumah, BSPS 214 unit rumah, dan DD 2.660 unit rumah. (enk)

Komentar

komentar

LEAVE A REPLY