Pertama kali bertugas sebagai penyuluh pertanian, menjadi hal tak terlupakan bagi Novi. Terutama saat pertama nyemplung sawah untuk praktik menanam padi.

“Saat itu saya langsung menyadari ternyata menjadi petani itu perjuangannya keras dan butuh kesabaran,” ujar Novi.

Dengan segala kendala di lapangan, dia segera beradaptasi. Bahkan saat ini perannya seperti ABRI saat masih dwi fungsi. Selain menyuluh untuk pertaniaan, Novi juga aktif bersama mendampingi para ibu dan remaja putri dalam majelis pengajian.

“Dari pertemuan dengan masyarakat, mereka banyak curhat yang pada akhirnya menjadi motivasi diri. Kita memang dituntut selalu belajar,” katanya.

Novi merupakan penyuluh pertanian yang berprestasi. Tidak hanya di dunia kerja, saat menempuh pendidikan S1 di IPB, Novi berkuliah dengan beasiswa. Kesuksesan pemanfaatan pekarangan rumah yang dikenal dengan program Kawasan Rumah Pangan Lestari di Banjarnegara, merupakan buah dari pemikiran seorang Novi. (gat)

Komentar

komentar