BANJARNEGARA, SATELITPOST-Masalah limbah masih menjadi persoalan bagi masyakat, termasuk limbah ternak. Untuk itu, perlu terobosan dalam pengolahan limbah menjadi bahan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Wakil ketua TP PKK Banjarnegara Iis Syamsudin mengatakan, selain untuk pupuk, limbah ternak juga dapat dimanfaatkan menjadi biogas. Hal ini yang sedang didorong oleh pemerintah melalui kebijakan yang sudah ditetapkan secara nasional.

“Limbah atau kotoran ternak ini masih bisa memberikan manfaat bagi manusia sebagai energi alternatif,” katanya dalam kegiatan Pelatihan Limbah Ternak Menjadi Biogas Bagi Kader PKK di Gedung PKK, kemarin.

Menurutnya, dengan pemanfaatan kotoran hewan sebagai sumber energi akan memberikan banyak dampak positif. Antaralain, meningkatkan kondisi kesehatan ternak, mencegah pencemaran, hingga penghematan bagi masyarakat.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perikanan Banjarnegara Suparman mengatakan, biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik. Dalam hal ini, kotoran ternak, kotoran manusia, limbah domestik (rumah tangga), dan sampah.

“Nilai kalori dari 1 meter kubik biogas menghasilkan sekitar 6000 watt per jam, kandungan energi tersebut setara dengan setengah liter minyak diesel. Oleh karena itu biogas sangat cocok digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan pengganti minyak tanah, LPG butana, batubara, maupun bahan-bahan lain yang berasal dari fosil,” katanya.

Kotoran ternak yang telah hilang gasnya disebut limbah biogas. Sisa kotoran ini dapat dikonversi menjadi pupuk organik yang sangat kaya akan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman.

Teguh Haryanto, Penyuluh Swadaya dari UP-FMA Bhakti Muda Desa Kesenet Banjarmangu mengatakan, di balik sesuatu yang kita anggap kotor dan menjijikan ternyata memliki manfaat yang luar biasa. Salah satu wujud kegiatan sistem pertanian terpadu, adalah mengelola limbah ternak menjadi biogas.

“Limbah ternak apabila dibiarkan akan mencemari lingkungan, tetapi kalau dikelola dengan baik maka akan berguna bagi kehidupan,” katanya.

Menurutnya, limbah kotoran satu ekor sapi dapat memenuhi kebutuhan satu rumah tangga. Bahkan dapat memenuhi kebutuhan pupuk untuk 1.200 pohon salak. Limbah ternak di sini adalah kotoran yang sudah diolah, karena kebanyakan dari petani menganggap kotoran ternak dapat langsung menjadi pupuk. Padahal kotoran ternak mengandung gas metan dan amoniak yang bersifat panas sehingga tanaman yang diberi pupuk kotoran ternak langsung tanpa diolah  akan rusak bahkan mati. (oel)

Komentar

komentar

BAGIKAN