PURWOKERTO L, SATELITPOST– Mengenai terjadinya deflasi di bulan Agustus yang diumumkan BPS Kabupaten Banyumas, kemarin dicermati

Kantor Perwakilan BI Purwokerto memberikan pandangannya atas terjadinya deflasi di bulan Agustus yang diumumkan BPS Kabupaten Banyumas beberapa waktu lalu.  Melalui Deputi Kepala BI Purwokerto, Fadhil Nugroho, tekanan inflasi Kota Purwokerto pada bulan Agustus relatif rendah dan sesuai dengan perkiraan sebelumnya, yakni mengalami deflasi yaitu sebesar 0,54 persen. Hal ini disebabkan turunnya harga sejumlah komoditas yang cukup tajam seperti komoditas bumbu-bumbuan.

“Misalnya,  bawang putih yang mengalami penurunan harga dari kisaran Rp 40 sampai Rp 50 ribu per kilogram  menjadi Rp 30 ribu hingga  Rp 35 ribu per kilogram. Presentase turunnya hingga 29,7 persen,” kata dia.

Komoditas bumbu lainnya, terjadi pada bawang merah yang mengalami presentase penurunan sebesar 17,31 persen. Turun menjadi Rp 25 ribu- Rp 28 ribu dari harga sebelumnya yakni kisaran harga Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu.  Selain karena tercukupinya pasokan, lanjut Fadhil, turunnya harga dua komoditas tersebut dikarenakan stabilnya permintaan sehubungan dengan selesainya musim liburan anak sekolah.

“Secara bersama-sama dua komoditas tersebut menyumbangkan angka deflasi yang cukup besar yaitu sebesar 0,3 persen,” ujarnya.

Fadhil menjelaskan, rendahnya tekanan inflasi bulan Agustus juga ditopang oleh relatif stabilnya harga beras yang secara rata-rata hanya mengalami kenaikan harga sebesar 0,04 persen. Meskipun  sempat terkendala oleh hama wereng yang menyebabkan turunnya produksi padi di beberapa wilayah pertanian padi di Banyumas.

Namun, masih ditopang dari pasokan hasil pertanian padi di sejumlah daerah lainnya seperti  Kebumen, Purworejo, Banjarnegara dan daerah sekitaran Pantura (Demak, Kudus dan sekitarnya) yang menjadikan kebutuhan konsumsi  beras di wilayah Banyumas tercukupi.

Dengan perkembangan tersebut secara kumulatif inflasi Kota Purwokerto sampai dengan bulan Agustus mencapai 2,86 persen. Adapun secara tahunan inflasi Purwokerto mencapai 4,09 persen yang artinya masih dalam kisaran target inflasi nasional 4,5 persen+/- 1.  Selain komoditas beras, penyumbang inflasi lainnya,  adalah kenaikan biaya pendidikan SD yang mengalami peningkatan sebesar 7,17 persen, sekolah SMP, daging sapi,  dan nasi dengan lauk. Kendati demikian, menurut Fadhil, kenaikan tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap angka inflasi secara total. (ind)

Komentar

komentar

BAGIKAN