SSR Aisyiyah TB-HIV Care Banyumas foto bersama peserta, dan fasilitator pelatihan konseling kader TB-HIV usai pelatihan di Java Hertitage Hotel, Purwokerto, Rabu (7/6). SATELITPOST/ALFIATIN

PURWOKERTO, SATELITPOST-SSR Aisyiyah TB-HIV Care Kabupaten Banyumas menggelar pelatihan konseling kader TB-HIV+ di Java Heritage Hotel. Kegiatan yang dilakukan selama tiga hari mulai Senih-Selasa (5-7/6) tersebut diikuti 10 kader pilihan.

Kepala SSR Kabupaten Banyumas, Ratifah SST MKes mengatakan, pelatihan yang pertama dilakukan tersebut menggandeng fasilitator dari praktisi yang mumpuni dari LPPSLH. Pelatihan tersebut menurut dia sengaja digelar untuk membekali kader TB-HIV dalam menemukan suspek keduanya.

“Karena program awalnya TB/HIV. Tapi selama ini fokusnya masih pada TB saja, karena kemampuan dan pengetahuan yang masih terbatas. Dari pusat ada pelatihan untuk membekali kader dengan pengetahuan dan kemampuan dalam mencari suspek TB/HIV,” kata Ratifah.

Pelatihan itu menurut dia dirasa sangat perlu. Karena TB komplikasi dengan HIV. Sehingga, kader sangat perlu dibekali dengan pengetahuan dan kemampuan terutama dalam konseling klien.

Terlebih, HIV tidak seperti TB yang ada ciri-cirinya, HIV tidak memiliki ciri dan tanda-tanda khusus. Untuk menemukan orang yang mau cek VCT saja, menurut dia tidak mudah. Selama dari awal mulai, menurutnya, kader TB/HIV, baru menemukam lima orang yang mau di VCT dari target 93 orang.

“Kelima orang tersebut yang dimungkinkan berisiko, namun tidak semua orang mau VCT,” katanya.

Ratifah berharap, dengan pelatihan tersebut kader yang terjun dapat menemukan suspek sebanyak-banyaknya, supaya bisa di-VCT.  “Kalau sudah di-VCT dan hasilnya positif bisa ditindaklanjuti. Supaya tidak ada perlakuan berbeda terhadap Odha dan Odha bisa hidup lebih baik dan tidak dijauhi masyarakat,” katanya. (alf/adv)

Komentar

komentar