PURWOKERTO, SATELITPOST-Asosiasi Petani Hortikultura Satria Tani Mandiri Banyumas berharap ada asuransi untuk petani hortikultura di wilayah Kabupaten Banyumas. Ini untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen pada tanaman hortikultura.

“Kemarin itu tanaman cabai sempat terkena serangan patek. Petani cabai mengalami kerugian yang cukup besar, tetapi karena mereka tidak memiliki asuransi seperti petani padi, jadi mereka merugi cukup banyak,” ujar Ketua Asosiasi Petani Hortikultura Satria Tani Mandiri Banyumas, Nuryoko, Rabu (7/6).

Nuryoko menambahkan, beberapa waktu lalu pihak dinas pertanian memberikan masukan soal asuransi tanaman padi. Sehingga asosisasinya tengah mempelajari untuk asuransi produk pertanian lainnya. Nuryoko mengaku masih mempelajari terkait asuransi tersebut.

“Sekarang kita lagi menyusun dulu, nanti baru kita coba ajukan ke dinas. Memang perlu mempelajari dari berbagai aspeknya untuk memahami asuransi tersebut,” ujarnya.

Jika asuransi selain padi bisa berjalan, Nuryoko ingin adanya asuransi untuk jenis tanaman rambat seperti timun, oyong, pare, dan kacang panjang. Kemudian asuransi tanaman batang seperti cabai besar, keriting, rawit, dan tomat.

“Karena tanaman-tanaman tersebut cukup riskan gagal panen,” kata dia. (san)

 

Komentar

komentar