PURWOKERTO, SATELITPOST-Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan-KP) Kabupaten Banyumas mengungkapkan saat ini belum ada asuransi selain pertanian padi. Namun, tidak menutupi kemungkinan bakal ada asuransi pertanian yang lain.

“Kami sama-sama masih menunggu dari pusat, informasi tersebut. Hingga saat ini belum ada, sebaiknya pihak asosiasi coba menyurati kementerian,” ujar Kepala Dinpertan-KP Kabupaten Banyumas, Widarso, Jumat (9/6).

Hal tersebut diungkapkan oleh Widarso untuk menindaklanjuti usulan dari Asosiasi Petani Hortikultura Satria Tani Mandiri banyumas, yang  berharap adanya asuransi pada pertanian lainnya. Mengingat beberapa kali pertanian seperti cabai dan sayuran sempat gagal panen yang cukup besar-besaran.

“Ini kan program dari pusat, untuk konsultasi soal asuransi padi bisa langsung ke kami. Tetapi di luar itu sama-sama menunggu dari pusat, kecuali hanya konsultasi biasa,” kata dia.

Sedangkan untuk asuransi petani, program tersebut diberi nama Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Untuk prosedurnya setiap petani yang mau menanam padi dan berminat diberikan perlindungan, disarankan untuk menghubungi penyuluh pertanian desa setempat.

“Kemudian dari penyuluh akan disalurkan ke PT Jasindo yang bekerja sama dalam AUTP. Nanti akan diberitahu syarat dan ketentuan untuk mendapatkan asuransi,” ujar dia.

Preminya sebanyak 80 persen bakal ditanggung oleh pemerintah. Petani hanya membayar 20 persen. Perhitungannya 1 hektare padi petani diwajibkan membayar Rp 36.000. Nantinya jika gagal total, per hektarnya petani bisa mengklaim asuransi hingga Rp 6 juta.

“Rp 36.000 per hektarnya itu dibayar setiap satu kali musim tanam saja,” kata dia. (shandiyanuar@yahoo.com)

Komentar

komentar

LEAVE A REPLY