OBAT Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC).

PURWOKERTO, SATELITPOST-Setelah terbongkarnya pabrik pembuatan pil Paracetamol Caffein Carisoprodal (PCC) oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kota Semarang dan Solo, BNN Kabupaten Banyumas mengantisipasi adanya pabrik PCC di Kabupaten Banyumas, dengan melakukan pemetaan dan monitoring peredaran pil PCC di Banyumas.

Menurut Kepala Seksi Pemberantasan BNNK Banyumas, Kompol Priyo Handoko SH, walaupun saat ini belum ditemukan adanya pelajar di Kabupaten Banyumas yang mengonsumsi pil PCC. Namun, BNNK Banyumas terus melakukan antisipasi dengan berbagai cara.

“Kami melibatkan seksi pencegahan dan pemberantasan terhadap para pelajar, karena sasaran peredaran pil PCC itu para pelajar. Bahkan kami juga sudah membentuk Kesatuan Aksi Pelajar Antinarkotika (Kapa, red) di setiap sekolah-sekolah,” kata dia, Selasa (5/12).

Tugas seksi pencegahan yakni dengan mendatangi sejumlah sekolah baik Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Banyumas. “Kami lakukan sosialisasi tentang peredaran obat-obatan yang membahayakan. Sedangkan untuk Seksi Pemberantasan melakukan monitoring dan pemetaan kemungkinan peredaran pil PCC sudah sampai di Banyumas atau belum,” ujarnya.

Hingga saat ini hasil monitoring dan pemetaan yang dilakukan oleh pihak BNNK Banyumas belum menemukan adanya peredaran pil PCC sampai ke Kabupaten Banyumas. Meski demikian BNNK Banyumas tetap mewaspadai kemungkinan beredarnya pil PCC yang merusak remaja.

Sebelumnya, di Kabupaten Banyumas juga sempat ada penggerebekan pabrik PCC oleh Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Mabes Polri, di Jalan Raya Baturraden ruko nomor 182-184, Kelurahan Pabuaran RT 2 RW 1, Kecamatan Purwokerto Utara. Dari hasil penggrebekan tersebut ditemukan sejumlah barang bukti dari mulai mesin hingga pil PCC itu sendiri.(san)

Komentar

komentar