PURBALINGGA, SATELITPOST–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadi datangnnya angin gubrug. Angin tersebut biasanya datang pada masa perlihan dari musim penghujan ke musim kemarau.

“Dahan-dahan pohon yang riskan patah kami harap dipapras dan atap rumah yang rapuh diharapkan diperbaiki,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupatn Purbalingga, Muhsoni, kemarin.

Sementara itu, menjelang datanganya musim kemarau, dari BPBD sendiri sudah melakukan persiapan penyediaan air bersih untuk daerah-daerah yang kerap mengalami kekeringan parah. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, beberapa wilayah yang mengalami krisis air bersih di antaranya Bobotsari, Kaligondang, Karanganyar, dan Kejobong, serta beberapa daerah lainnya.

“Kami tetap berjaga-jaga jika nanti terjadi seperti tahun 2015, dropping di Kecamatan Kaligondang mencapai 303 kali distribusi, kemudian Kecamatan Karanganyar mencapai 230 kali kiriman, dan Kecamatan Kejobong sebanyak 202 kali. Belum ditambah lagi kecamatan lain, jumlah kiriman bisa mencapai seribu kali kiriman,” katanya.

Terkait hal tersebut, secara teknis pengiriman air bersih ke daerah-daerah krisis air, BPBD akan melakukan koordinasi dengan beberapa intasi terkait. Pasalnya, untuk armada pengiriman dinilai masih sangat terbatas.

“Setelah selesai rakor di Semarang, kami akan koordinasikan lebih lanjut dengan DPU PR dan PDAM. BPBD memiliki 3 armada, PDAM 4 armada, kemudian DPU PR memiliki satu armada. Pada tahun 2012 ketika Purbalingga mengalami kemarau panjang, armada tersebut beroperasi hingga mala lebaran,” kata Muhsoni. (min)

 

Komentar

komentar

LEAVE A REPLY