Ilustrasi

CILACAP, SATELITPOST-Hujan intensitas tinggi masih terus terjadi di wilayah Cilacap. Hal ini menyebabkan sejumlah daerah dilanda bencana banjir dan tanah longsor.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan banjir dan longsor yang merupakan siklus tahunan ini terjadi di Kecamatan Sidareja, yang menyebabkan Desa Sidareja dan Desa Gunungreja mengalami banjir. Banjir tersebut menggenangi pekarangan sekitar 50 cm sampai satu meter, sedangkan di rumah mencapai 10-40 cm.

Mengakibatkan 649 kepala keluarga atau 2.137 jiwa terdampak banjir, 210 rumah terendam banjir, serta 3,55 hektare sawah terendam. Genangan air ini juga menyebabkan sekitar lima sekolah terendam banjir, sehingga sementara kegiatan belajar mengajar dihentikan.

“Ada sekitar 106 orang mengungsi, dan tentunya BPBD sudah menyiapkan logistik untuk membantu meringankan beban pengungsi. Harapan kita karena air masih tinggi, para warga yang rumahnya terendam tetap mengungsi. Jangan sampai nanti terjadi keterlambatan pada saat evakuasi banjir sehingga terjadi korban jiwa,” ujar Tri Komara, Selasa (14/11).

Para pengungsi di Sidareja ini berada di Posko Pantau Yos Sudarso sekitar 31 orang atau sembilan kepala keluarga, Posko Aula Koramil Sidareja sekitar 56 jiwa atau 16 KK, dan Posko Musala Kecamatan Sidareja sekitar 19 orang atau 6 KK.

Banjir juga terjadi di Dusun Bugel Desa Panikel Kecamatan Kampung Laut, akibat hujan deras dan pembuatan tanggul Sungai Cimeneng yang belum selesai. Sehingga air masuk ke dalam permukiman.

Genangan air ini merendam jalan desa dan jalan kabupaten di desa tersebut, dengan ketinggian mencapai 30 cm. Selain itu juga merendam puluhan rumah penduduk dan sekolah dengan kedalaman 30-50 cm.

Tidak hanya itu, akibat hujan deras juga menyebabkan tanah longsor di Dusun Cibungur Desa Mandala Kecamatan Cimanggu. Tanah tebing dengan volume panjang sekitar 30 meter dan tebal 20 meter, dan ketebalan sampai lima meter menimpa rumah Mizar dan Wartopo.

“Untuk longsor di Dayeuhluhur, Karangpucung, dan Cimanggu, ini karena tanah yang sebelumnya kering, menjadi gembur begitu ada hujan lebat terjadi longsor. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” katanya.

BPBD meminta masyarakat agar tetap waspada dengan masih adanya hujan yang terjadi. Pihaknya meminta agar masyarkat tanggap darurat dengan melakukan evakuasi mandiri. Baik diri sendiri, keluarga atau dengan masyarkaat.

Apalagi, kata dia, di Cilacap saat ini sudah banyak desa tangguh bencana, yang mengetahui bagaimana penanganan penyelamatan diri saat terjadi bencana.

“BPBD sangat berharap agar masyarakat tetap waspada karena masih dalam musim hujan dengan curah hujan cukup tinggi. Waspada hujan lebat, jika terjadi selama dua jam atau lebih, segera lakukan evakuasi mandiri,” katanya. (ale)

Komentar

komentar

BAGIKAN