PESERTA mengikuti ujian penjaringan perangkat Desa di Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Rabu (7/6)

KARANGPUCUNG, SATELITPOST-Sebanyak 48 peserta mengikuti ujian penjaringan perangkat desa di Kecamatan Karangpucung, Rabu (7/6). Pelaksanaan ujian digelar di ruang rapat Kantor Kecamatan Karangpucung dihadiri peserta dan panitia pengawas kecamatan dan pengawas desa.

 

Sedangkan ujian praktik mengoperasikan komputer program Microsoft Office dilaksanakan di Laboratorium Komputer SMA Jenderal Ahmad Yani Karangpucung. Kasie Pemerintahan Kecamatan Karangpucung Suwanto SE mengatakan, pelaksanaan ujian penyaringan perangkat desa yang digelar hari itu diikuti 48 peserta dari 5 desa di Karangpucung. Lima desa yang mengalami kekosongan perangkat meliputi Desa Tayem Timur, Ciporos, Sindangbarang, Babakan, dan Surusunda.

 

Adapun peserta yang mendaftar sekretaris desa sebanyak 32 peserta, Kasie Kesejahteraan 10 peserta 6 dari Desa Surusunda 4 Ciporos. Kepala Urusan Umum diikuti 4 peserta meliputi 2 dari Desa Tayem, 2 dari Desa Babakan, dan Kepala Dusun 2 dari Desa Sindangbarang.

 

Adapun materi yang diujikan dibagi dua tertulis dan praktik dengan materi masing-masing disesuaikan formasi yang diikuti. Materi tersebut di antaranya dedikasi, prestasi dan penanganan kasus termasuk ujian praktik penguasaan mengoperasikan program Microsoft Office.   “Jumlah Pendaftar jabatan sekdes sebelumnya berjumlah 33 peserta tapi satu mengundurkan diri,” katanya.

 

Camat Karangpucung Tasimin SE MM selaku Ketua Panitia Pengawas tingkat Kecamatan kepada SatelitPost mengatakan, penyelenggaraan penjaringan perangkat merupakan kebutuhan memenuhi kekosongan perangkat di beberapa desa di antaranya dampak penarikan sekdes dari desa.

 

Peserta yang mengikuti ujian penyaringan adalah yang sebelumnya telah lolos verivikasi dan memenuhi kelengkapan persyaratan administrasi sesuai aturan yang ditetapkan. Penyaringan peserta dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan kekosongan perangakat di desa-desa, sehingga pelayanan masyarakat dan administrasi desa yang kurang lancar akan lebih maksimal dan lebih cepat sesuai dengan ketersediaan personal.

 

Lebih lanjut Tasimin menyampaikan, pelaksanaan administrasi dan pelayanan di desa-desa akan lebih baik karena peserta yang mendaftar menjadi perangkat hampir 70 persen berpendidikan sarjana, sisanya diploma dan SLTA.

 

Diharapkan dengan keberadaan perangkat yang memiliki kompetensi yang unggul, pelaksanaan administrasi dan pelayanan masyarakat akan lebih baik, tepat waktu, dan tepat sasaran. “Walaupun terjadi kekosongan perangkat, selama pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik hanya kurang lancar karena kekurangan personal,” katanya. (lim)

Komentar

komentar

LEAVE A REPLY