Ilustrasi

PURWOKERTO, SATELITPOST-Serangan hama dan angin di sertai hujan lebat di Kabupaten Banyumas menyebabkan petani hortikultura di Kabupaten Banyumas mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Karena beberapa tanaman seperti cabai, mentimun, kacang panjang dan oyong mengalami serangan hama virus gemini dan patek, Senin (13/11).

Ketua Asosiasi Petani Hortikultura Satria Tani Mandiri Banyumas, Nuryoko Niti Alam membenarkan kejadian ini. Ia mengatakan, nilai kerugian besar karena saat ini petani hortikultura memasuki panen. “Tanaman siap panen pada roboh diterjang angin kencang. Sehingga petani mengalami kerugian hingga ratusan juta,” kata dia.

Angin kencang yang terjadi beberapa hari ini membuat 70 persen tanaman hortikultura yang ada di Kabupaten Banyumas roboh sehingga petani hanya bisa memanen 30 persennya saja. “Selain karena angin, ada juga serangan hama virus gemini dan patek. Sehingga tanaman seperti lombok menjadi kuning dan layu. Virus gemini dan patek memang sering terjadi pada akhir September hingga sekarang,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya, seperti  menggunakan penyemprot pestisida. Namun ternyata tidak mempan hingga akhirnya mereka terus merugi. “Untuk biaya operasional penanaman lombok dalam satu hektare mencapai Rp 90 juta, sedang tanaman hortikultura lainnya seperti timun, oyong, kacang panjang dalam satu hektare mencapai Rp 40 hingga Rp 45 juta. Padahal di Banyumas ada 150 petani hortikultura dengan luasan lahan mencapai ratusan hektare,” kata dia.

Karena merugi, petani berharap pemerintah ikut membantu para petani dan bisa terjun langsung ke lahan milik petani untuk melihat dan mengupayakan antisipasinya. “Akibat musibah ini para petani juga tidak memapu membayar pekerjanya, karena hasil panennya hanya 30 persen,” ujarnya.(san)

Komentar

komentar

BAGIKAN