PURWOKERTO, SATELITPOST- Menurut pengamat politik dan ketua Jurusan Politik Fisip Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Lutfhi Makhasin, pertarungan head to head Mardjoko-Ifan vs Husein-Sadewo tetap akan berlangsung sengit. Ada memori panjang hubungan Husein yang pernah menjadi wakil saat Mardjoko menjadi bupati. Baik Mardjoko maupun Husein masing-masing dinilai sudah sangat memahami, dan memegang kartu truf kelemahan masing-masing.

Pertarungan dua kubu ini, meskipun dihindari tetap akan sengit karena keduanya memegang kartu truf. Akan saling menyerang.

Lutfhi Makhasin
Pengamat Politik FISIP Unsoed

“Mardjoko dan Husein bagaimanapun punya perjalanan bersama. Kemudian Husein sebagai wakil justru mengalahkan Mardjoko di Pilkada kemarin. Pertarungan dua kubu ini, meskipun dihindari tetap akan sengit karena keduanya memegang kartu truf. Akan saling menyerang,” kata Lutfhi Makhasin.

Situasi kampanye, kata dia, akan cenderung berpotensi mengarah ke konflik. Namun warga Banyumas menuurut Lutfhi bukan tipikal yang mudah konflik karena politik praktis, dan cerdas tidak mudah terbawa isu kampanye hitam, apalagi berbau suku agama ras dan antargolongan (SARA).

“Mengarah ke konflik ada kecenderungan seperti itu, sebab head to head dan keduanya memang lawan bebuyutan. Tipikalnya saling serang. Tapi warga Banyumas cerdas, dan tidak mudah terbawa. Apalagi isu SARA,” kata dia.

Ia mengatakan, meskipun terjadi pertarungan sengit di Pilkada Banyumas mendatang, serta masa kampanye yang lebih panjang. Jumlah pemilih yang menggunakan suaranya tetap akan kecil. Sebab lagi-lagi yang bertarung dua sosok tersebut, pernah memimpin dan tidak menghasilkan good policy.

“Semisal berjualan gagasan juga saya kira sama saja, yang menawarkan orangnya orang lama. Akhirnya biaya logistik besar, butuh dana besar kalau mau meraup suara warga Banyumas,” kata dia. (auliaelhakim01@gmail.com)

Komentar

komentar