CILACAP, SATELITPOST-Satuan Reserse Narkoba Polres Cilacap menangkap dua pengedar narkoba jenis tembakau gorila yang biasa beroperasi di wilayah kota Cilacap. Selain mengamankan dua tersangka di dua tempat berbeda, petugas juga menyita sejumlah barang bukti.

 

Kapolres Cilacap AKBP Yudo Hermanto SIK melalui Kasat Narkoba AKP Sumanto SE mengatakan, pelaku yang ditangkap adalah IY (18), seorang pelajar SMU warga jalan Veteran Kelurahan Cilacap Kecamatan Cilacap Selatan. Tersangka ditangkap saat berada di salah satu kafe di Jalan  Ahmad Yani.

 

“Dari tangan pelaku,  kita berhasil menyita delapan linting rokok tembakau gorila merek Ganesha, satu unit HP dan uang tunai sebesar Rp 340.000,” kata Kasat Narkoba.

 

Ia mengatakan, setelah dikembangkan kasusnya, petugas kembali berhasil menangkap PR (24) warga Jalan Kendeng Kelurahan Sidanegara Kecamatan  Cilacap Tengah. Petugas juga menyita satu bungkus alumunium foil warna putih bertuliskan Ganesha berisi empat plastik klip isi tembakau Ganesha serta satu buah handphone.

 

Dari hasil pemeriksaan, kata dia, pelaku PR mengakui membeli tembakau gorila lewat pesan online dari seseorang yang berada di Bandung. Barang pesanan selanjutnya diserahkan kepada IY untuk diedarkan dengan harga Rp 40 ribu per lintingnya.

 

“Sasaran penjualan tembakau gorila tersebut adalah para pelajar dan pemuda yang kenal dengan pelaku,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, jika dilihat dari bentuk fisik, tembakau gorila tidak ada bedanya dengan tembakau yang biasa di jual di pasaran namun. Akan tetapi, dalam tembakau gorila tersebut sudah melalui proses pancampuran dengan bahan turunan  kimia Tetrahydrocannabinol atau lebih dikenal dengan THC yaitu sejenis zat kimia turunan ganja.

 

“Penggunaan tembakau gorila bagi yang menghisapnya adalah menimbulkan efek nge-fly dan halusinasi, bahkan efeknya lebih besar dibanding dengan menghisap ganja,” kata Kasat Narkoba.

 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya,  kedau pelaku kini harus mendekam di balik jeruji besi Mapolres Cilacap sambil menunggu proses hukum lebih lanjut. Tersangka bakal  dijerat Pasal 114 ayat 1 sub Pasal 112 ayat 1 sub Pasal 132 (1) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika karena terbukti melawan hukum dengan cara menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli atau memiliki, menyimpan, menguasai serta permufakatan jahat melakukan tindak pidana narkotika golongan I jenis Gorila  dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

 

“Kami mengimbau kepada para orang tua agar lebih mengawasi pergaulan putra-putrinya agar tidak terjerumus menjadi pemakai narkoba,” kata AKP Sumanto.(ron)

Komentar

komentar