ANGGOTA Teater Mahadewa dari SMP Pius Cilacap menampilkan pertunjukan eksebisi dalam pembukaan Festival Teater Pelajar 2017 di Gedung Dwijaloka Cilacap, Senin (13/11).SATELITPOST/RENNY TANIA

CILACAP, SATELITPOST-Setelah lama tidak digelar, Festival Teater Pelajar kembali dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap. Festival yang diikuti 10 teater tingkat sekolah ini dihelat selama dua hari di Gedung Dwijaloka Jalan Kalimantan, mulai Senin-Selasa (13-14/11).

Uniknya, seluruh peserta harus menggunakan bahasa pangiyongan dalam membawakan ceritanya. Meskipun tema cerita yang dibawakan diserahkan ke masing-masing peserta.

Sepuluh peserta dari Teater Mahadewa SMP Pius Cilacap, Teater Jendil dari SMPN 4 Cilacap, Teater Kawung dari SMPN 2 Kawunganten, Teater Assma SMAN 1 Majenang, Teater Smanti dari SMAN 3 Cilacap. Untuk yang pentas hari ini dari Teater SD Islam Plus Masyithoh Kroya, Teater Tuntas SMK Karya Tunas Nusantara Wanareja, Teater Tratay’s SMA Yos Sudarso Sidareja, Teater Semut SMAN 1 Jeruklegi, dan Teater Imajie dari SMKN Nusawungu.

Mereka yang tampil pada Festival Teater Pelajar ini, merupakan hasil seleksi dai kurator, yang dilakukan pada dua bulan lalu.

“Enam dari SMA/SMK yang dilombakan dan empat lainnya hanya eksebisi,” ujar Jarmo, Kasi Kesenian dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap.

Festival teater pelajar 2017 ini diselenggarakan untuk menggairahkan kembali teater di Cilacap, terutama kalangan pelajar. Selain itu, memang sengaja menggunakan bahasa Banyumasan atau panginyongan. Hal ini sebagai tindak lanjut dari hasil rembugan bahasa pangiyongan di Banyumas dan Cilacap.

“Biasanya anak-anak menggunakan bahasa ‘elu-gue’ sekarang dikenalkan dengan inyong-inyong, agar mereka bisa belajar lagi. Lalu agar mereka juga mempelajari tata karma bahasa pangiyongan serta agar mereka mencintai teater,” ujarnya.

Juri pada Festival Teater Pelajar ini, di antaranya Bambang Wadoro dari Teater Tubuh, Edi Romadhon dari Komunitas Gethek Ajibarang, dan Lilik Kuswati dari SMPN 5 Cilacap.

Yonas Suharyono, pemerhati budaya mengapresiasi adanya festival teater pelajar. Adanya kegiatan ini bisa menjadi pembelajaran awal dan pengenalan teater kepada para pelajar.

“Sudah cukup lama tidak ada kegiatan seperti ini, dan harus menjadi kegatan rutin. Agar masyarakat tahu pentas teater seperti apa. Ini juga sebuah awal untuk pendidikan kepada para pelajar,” ujarnya.

Festival Teater Pelajar ini digelar sampai hari ini, mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB. (ale)

Komentar

komentar