PENAMPILAN FK Metra Purbalingga pada lomba FK Metra se-Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. ISTIMEWA

PURBALINGGA, SATELITPOST–Lakon ‘Molek Ngglatek Ketemu Dewek’ mengantarkan Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Purbalingga maju ke babak final lomba FK Metra se-eks Bakorwil III yang digelar di Sanggar Pramuka Kabupaten Brebes. Pada babak penyisihan, lakon ini keluar menjadi juara pertama. FK Metra Purbalingga selanjutnya akan kembali tampil pada babak final yang akan digelar 20 Agustus 2017 mendatang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Purbalingga, Tri Gunawan SH MH, mengatakan FK Metra Purbalingga merupakan binaan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo). Pada penampilan di Brebes, FK Metra Purbalingga menampilkan lakon ‘Molek Ngglatek Ketemu Dewek’ yang disutradarai Sutarko.

“Berdasarkan pemberitahuan surat dari Kepala Dinas Kominfo Jateng nomor 748.1126.VI/2017 tertanggal 25 Mei 2017, FK Metra Purbalingga ditetapkan sebagai juara pada babak penyisihan se-wilayah eks Bakorwil III, jadi berhak tampil dibabak selanjutnya, yaitu babak final,” kata dia, kemarin.

Pada babak selanjutnya, yang akan digelar pada acara Jateng Gair, tangga 20 Agustus 2017. Di babak tersebut, FK Metra Purbalingga akan bersaing dengan kabupaten lain yang mewakili eks Bakorwil lainnya, yakni FK Metra Kabupaten Rembang dan FK Metra Kabupaten Karanganyar.

“FK Metra Purbalingga merupakam binaan Dinkominfo, ini adalah sarana menyalurkan pesan-pesan atau informasi kepada masyarakat luas melalui media tradisional. Pada babak penyisihan itu panitia mengusung tema ‘Mboten Korupsi, Mboten  Ngapusi’ ” kata dia.

Lebih lanjut, Gun menyampaikan Dinkominfo memiliki tugas untuk menyosialisasikan program pembangunan dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat. Satu diantaranya melalui sarana media tradisional. ‘Molek Ngglatek Ketemu Dewek’ mempunyai arti jika seseorang pejabat atau pelayan masyarakat yang memiliki wewenang dan menyalahgunakannya serta bersikap koruptif akhirnya akan menanggung akibatnya sendiri.

“Melalui lakon itu, pelaku seni ingin mengajak kepada para pejabat untuk mematuhi aturan agar tidak melanggar tindakan korupsi, yang menerima suap dan yang menyuap juga sama-sama harus menanggung akibat hukum, oleh karenanya masyarakat jangan sampai melakukan perbuatan yang melanggar,” ujarnya. (Adv)

 

Komentar

komentar