PURWOKERTO, SATELITPOST-Hujan menjadi suatu penyebab terhambatnya perbaikan jalan yang ada di Kabupaten Banyumas. Menurut Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, aspal sulit mengeras jika ada air hujan.

“Kalau masih ada hujan seperti ini, kita tambal lubang aspalnya pasti tidak akan awet. Aspal itu kan lawannya air,” kata Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPU Kabupaten Banyumas, Achmad Setiawan, Jumat (9/6).

Saat ini pihak DPU tengah mencari solusi terkait hal tersebut. Jelang arus mudik dan balik Lebaran ini DPU juga akan ngebut melakukan perbaikan jalan.

Ada 24 ruas jalan alternatif jalur mudik yang saat ini tengah ditangani pihak DPU Kabupaten Banyumas. Jalur mudik alternatif itu mencapai 138,04 kilometer. “Sebagian dalam kondisi baik, sebagian dalam kondisi rusak. Yang kondisi rusak saat ini sudah ditangani, seperti di Jalan Danaraja-Banyumas,” kata dia.

Pelaksana Harian Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Prasetyo Budi Widodo mengungkapkan, dari data Badan Meteorologi dan Geoisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Semarang, kemarau akan mulai terjadi pada 10 hari kedua pada bulan Juni. “Dari prediksi, kemarau akan terjadi pada bulan Juni minggu kedua, antara tanggal 11-20 Juni,” ujarnya.

Menurut dia untuk awal bulan ini di Kabupaten Banyumas sudah ada yang mengalami musim kemarau. Antara lain di Kecamatan Sumpiuh, Tambak, dan Kemranjen. “Musim kemarau di wilayah tersebut sudah terjadi sejak tanggal 1 Juni,” kata dia. (san)

Komentar

komentar