TIDAK semua anak bisa mendapatkan pendidikan sampai perguruan tinggi. Di Purbalingga saja, data Dinas Pendidikan setempat ada ribuan anak putus sekolah. Baik karena faktor kemauan atau faktor ekonomi.

 

Melihat tingginya angka putus sekolah di Purbalingga, seorang pendidik di Kecamatan Padamara, Yayuk Dwi Anggraini SPd, terpanggil turut menjadi tutor di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Purbalingga. Ia mengaku sangat ingin membagi ilmu yang ia miliki untuk mereka yang masih bersemangat belajar.

 

“Hanya ingin memberikan ilmu kepada mereka yang memang tidak bisa sekolah reguler, dan masih mempunyai niat untuk sekolah. Semangat mereka luar biasa,” kata ibu tiga anak ini.

 

Jarak dari Padamara ke Purbalingga, tidak membuat wanita yang sempat ingin menjadi arsitek ini menyerah. Baginya, pendidikan sangat penting untuk semua orang. Tidak ada alasan baginya, seorang yang mampu dan mumpuni dalam memberikan pendidikan, tidak membagi ilmunya dengan mereka yang semangat belajar tapi tidak seberuntung mereka.

 

“Pendidikan itu paling utama. Begitu juga bagi anak-anak saya. Semuanya akan saya berikan untuk pendidikan,” katanya.

 

Menurutnya, mereka yang belajar di PKBM, karena ingin sekolah dan mendapatkan minimal ijazah SMA. “Rata-rata mungkin sambil bekerja, karena sudah berkeluarga,” kata dia. (alf)

Komentar

komentar