Ikhsanudin, Seniman Asal Bantarbarang, Rembang

Ada dua orang yang sampai saat ini diketahui masih membuat wayang suket khas Purbalingga. Selain cucu almarhum Mbah Gepuk, Bodrianto, ada pemuda Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang Purbalingga yang juga membuat wayang Suket. Ikhsanudin namanya. Ia biasa dipanggil Ikhsan Yoso.

Ikhsan mulanya membuat wayang suket ketika mengerjakan karya tulis ketika SMA. Pria berusia 38 tahun ini mengaku sengaja memilih wayang suket sebagai objek karya tulisnya waktu itu. “Selain menulis tentang wayang suket, saya juga sekalian membuat,” katanya saat ditemuiĀ Satelit PostĀ beberapa hari lalu.

Ikhsan belajar membuat wayang suket yang legendaris itu hanya berbekal foto-foto dari hasil buku pameran Mbah Gepuk di Bentara Budaya Yogyakarta pada tahun 1995. Wayang pertama yang ia buat masih ia simpan sampai sekarang. “Masih belum rapi itu, baru belajar,” katanya ketika menunjukkan wayang suket yang pertama ia buat.

Karena keuletannya itu, Ikhsan jadi sering mengirim wayang ke Amerika untuk seorang dalang kontemporer di sana. Untuk hal ini, ia tidak memasang tarif untuk karyanya itu. Namun, dalang kontemporer Amerika itu tetap mengirimkan uang kepada Ikhsan untuk mengganti ongkos kirim dan sebagai penghargaan terhadap karyanya.

Dengan kemampuan itu, Ikhsan berharap bisa membuat 1 set wayang suket. Namun, ia mengakui terkendala dengan dua hal yaitu bahan dan waktu. Rumput untuk membuat wayang suket tumbuh di waktu-waktu tertentu saja. Sementara, mengenai waktu pembuatan, ia mengaku masih sulit membagi waktu untuk membuat wayang suket.

Ketika ia sedang mendapat pesanan lukisan atau karya seni lain, pikiran Ikhsan sudah terbagi. Hal itu yang membuatnya lambat dalam membuat wayang suket. “Membuat wayang suket harus fokus, tidak bisa ada pikiran lain” katanya.

Meski demikian tekad Ikhsan tetap bulat untuk membuat 1 set tokoh wayang dengan menggunakan suket. “Harapannya, saya tetap bikin terus wayang suket,” ujarnya.(cr)

Komentar

komentar