INDIRA, SMP Pius Cilacap yang mendapatkan nilaiUN tertinggi. SATELITPOST/RENNY TANIA

CILACAP, SATELITPOST – Rafaela Suryadiva Indira Maharani (15), menjadi peserta ujian nasional dengan nilai tertinggi untuk tingkat Sekolah menengah Pertama (SMP) di Cilacap. sudah di umumkan Kamis (1/5) lalu. Siswi SMP Pius Cilacap itu, berhasil mengukir nilai UN 385,5.

Siswi kelahiran Cilacap 9 Januari 2002 ini, mencatatkan nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia 94,00,  Bahasa Inggris 94,0, Matematika 100,0 dan IPA 97,5.

Prestasi serupa, sudah pernah diraih siswi yang akrab disapa Indira ini saat kelulusan Sekolah Dasar di Papua tiga tahun lalu. Dia menjadi peraih nilai tertinggi di tingkat Provinsi Papua, saat bersekolah di SD Bona Ventura Sentani Papua. Saat itu, dia bersama keluarganya tinggal di Papua karena sang ayah, Ignasius Widi Handoko bekerja Pos Logistik di Papua.

Indira mengaku tidak menyangka bisa memperoleh nilai dan peringkat pertama di kabupaten. Pasalnya, saat pelaksanaan try-out dan UNBK dia sempat mengalami kendala.

“Setiap simulasi dan UNBK, komputerku bermasalah kabel LAN unplug. Pas UN harus ganti komputer,” ujarnya.

Anak pertama dari dua bersaudara ini mengaku, sudah mempersiapkan ujian nasional sejak mulai masuk ke kelas IX. Di SMP Pius Cilacap, dia mendapatkan bimbingan dan pelajaran tambahan.

“Persiapan hanya dari sekolah, sudah dari awal dikasih bimbingan sepulang sekolah. Ada try out, base camp. Tidak ikut privat atau bimbingan belajar di luar sekolah,” ujar Indira yang hobi membaca buku dan menulis ini.

Tidak hanya di sekolah, dia pun selalu menyempatkan belajar di rumah. Dia selalu meluangkan waktu minimal satu jam untuk membaca kembali buku pelajarannya dan mengerjakan pekerjaan rumah. Namun demikian, dia tidak pernah lupa untuk refreshing bermain bersama teman, serta membaca buku fiksi kesukaannya.

Mantan Sekretaris OSIS SMP Pius ini, sudah menetapkan pilihannya untuk melanjutkan studi ke SMA Pangudi Luhur Van Lith di Muntilan, Magelang. Dia mengaku tidak mau membuang kesempatan karena lulus seleksi di sekolah berasrama tersebut.

“Jarang-jarang sekolah berasrama, jadinya ingin mencoba,” kata Indira yang bercita-cita menjadi dokter ini.

Gadis berkacamata ini mengaku, sangat sulit meninggalkan SMP Pius Cilacap. Karena ada banyak hal menyenangkan, mulai dari guru-gurunya, dan juga teman-temannya.

“Guru-gurunya asik, cara mengajarnya juga gampang dimengerti. Teman-teman juga friendly banget,” katanya.

Fransiska Rita, sang bunda mengatakan, tidak pernah memaksa anak-anaknya belajar. Tetapi, sebagai ibu, dia hanya mengingatkan supaya mengecek pelajaran sekolah.

“Kami cuma minta ke anak-anak, untuk melihat ada PR atau tidak,” kata warga jalan Mawar Cilacap ini.

Tidak hanya memberikan buku pelajaran kepada anak-anaknya, dia juga menyiapkan buku-buku fiksi sebagai selingan bacaan bagi Indira.

Sementara itu, Kepala SMP Pius Cilacap, C Budi Setywan mengaku sangat bangga dengan siswa-siswinya yang memperoleh nilai terbaik.

“Anak ini sejak kecil tekun, patuh, dan bisa menunjukkan prestasi yang baik,” katanya.

Sejak awal, sekolah memang sudah memberi bekal kepada para siswa-siswinya, terutama yang menjadi prioritas bagi kelas IX. Para guru bekerja keras nyangoni para siswa-siswi agar memperoleh nilai yang baik.

“Kami punya guru kebanggaan yang berjuang keras selama puluhan tahun,” katanya.

Dia juga berterimakasih kepada para guru-guru, baik yang mengajar mapel UN maupun yang tidak. Terutama kepada para guru mapel UN yang sudah bekerja keras, mengarahkan para siswa-siswi sehingga bisa berhasil.

Untuk diketahui, SMP Pius menduduki rangking enam pada tingkat kelulusan UN SMP tahun 2017 ini. Selain kepada guru-guru dia juga berterimakasih kepada orang tua yang selalu mendukung kegiatan belajar anak-anaknya baik di sekolah maupun di rumah. Serta komunikasi yang baik diantara sekolah dengan orang tua. (ale)

Komentar

komentar

LEAVE A REPLY