CILACAP, SATELITPOST-Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cilacap terus melakukan razia di Kota Cilacap. Lagi-lagi, para pengemis yang masih berada di sekitar persimpangan jalan atau lampu merah terjaring razia.

Ada sekitar delapan pengemis yang terciduk razia petugas. Mereka berada di sekitar lampu merah terminal Cilacap, Blumun, Tugu Lilin, Proliman, dan Jalan Juanda. Para pengemis ini berasal dari luar Kota Cilacap di antaranya, Kecamatan Kawunganten, Bantarsari, Gandrungmangu, Kroya, dan Kesugihan.

Mencegah adanya kembali para pengemis yang mencari nafkah di lampu merah, pemerintah daerah dan juga DPRD saat ini sedang membahas Peraturan Daerah Perda Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibumtramas). Saat ini pembahasan masih dilakukan, dan ditargetkan dalam waktu dekat akan segera disahkan.

“Saat ini Perda Tibumtramas sedang dibahas di pansus, nanti kalau sudah berlaku, maka ada sanksi tegas bagi pemberi dan penerima. Saat ini kan belum ada,” kata Kepala Satpol PP Cilacap Ditiasa Pradipta melalui Kasubid Penertiban Rohwanto, Rabu (6/9) kemarin.

Untuk sanksinya, kata dia, masih dalam pembahasan. Pemkab nantinya juga akan memberikan sosialisasi dengan pemasangan papan di setiap perempatan, agar tidak ada lagi yang memberi kepada pengemis.

“Adanya pengemis, karena masih banyak pengendara yang memberi. Kami berharap Perda ini segera ditetapkan, sehingga penanganan terhadap pengemis akan lebih tegas,” katanya.

Selain itu Satpol PP juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan uang atau barang kepada pengemis di lampu merah. Penanganan terhadap para pengemis, saat ini masih mengacu kepada ketentuan Peraturan Daerah nomor 26 tahun 2003 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3), dan Perda nomor 13 tahun 2013 tentang Jalan.

“Menggunakan Perda lama ini masih bias dan ada kelemahannya. Perda jalan ini juga diberlakukan karena setiap orang dilarang memanfaatkan ruang milik jalan yang mengakibatkan terganggunya pengguna jalan. Jadi sementara ini masih bersifat pembinaan,” katanya.

Untuk penanganan saat ini, kata dia, para pengemis ini diminta untuk membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh RT, RW dan juga dari lurah di desa, sebagai efek agar mereka malu. Selain itu mereka akan menginap 1×24 jam di kantor Satpol PP, serta uang hasil ngemis disita.

Selain menjaring para pengemis, Satpol PP juga melakukan penertiban terhadap baliho dan spanduk yang sudah kedaluwarsa, tidak berizin dan tidak sesuai penempatannya di beberapa titik. Puluhan spanduk ini diturunkan, dan diamankan oleh petugas.

Sementara itu, Rizky (28) warga Cilacap mengaku sepakat jika warga tidak memberikan uang ke pengemis. “Lebih baik diberikan pada panti asuhan atau lembaga yang jelas. Saya sendiri pun tak pernah memberi ke pengemis,” katanya.  (ale_rafter@yahoo.com)

Komentar

komentar

BAGIKAN