KAPOLRES Cilacap AKBP Djoko Julianto didampingi Kapolsek Kroya AKP AM Suryoprobo menunjukan barang bukti hasil kejahatan saat press release di Mapolres Cilacap, Kamis (7/12) ISTIMEWA

CILACAP, SATELITPOST – Kepolisian Sektor Kroya Polres Cilacap Polda Jateng, berhasil mengungkap kasus pemalsuan dokumen ijazah kejar paket C. Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto dengan didampingi oleh Kapolsek Kroya AKP AM.Suryoprobo saat Prees Release Kamis (7/12/2017) di mapolres Cilacap menyebutkan bahwa dari ungkap kasus tersebut petugas berhasil menangkap 5 orang pelaku yang masing-masing mempunyai peranan yang berbeda-beda dalam kasus pemalsuan dokumen.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan bahwa 5 pelaku tersebut adalah SKM (35) warga Desa Ayam Alas Kroya cilacap selaku pemesan ijazah palsu , ADN (47) warga Desa Ayam Alas Kroya Cilacap dan AM (46) warga Kesugihan Cilacap selaku perantara serta pelaku lainnya yaitu AL, (45) warga Kesugihan Cilacap serta TSM (60) selaku pembuat ijazah palsu.

Dari ungkap kasus tersebut petugas berhasil menyita seperangkat  Laptop dengan  mesin scanner dan printer warna serta ratusan stempel instansi dan  beberapa lembar kertas bahan membuat ijasah  serta uang sejumlah 5,5 juta rupiah. Terungkapnya pemalsuan ijazah palsu ini berawal dari adanya pendaftaran seleksi Calon perangkat Desa  Ayam Alas Kroya dimana salah satu pendaftar  adalah pelaku SKM.

“Saat dilakukan penelitian berkas pada hari Jumat 17 Nopember 2017 di Balai Desa Ayam Alas ternyata panitia meragukan legalitas Ijasah Paket C dari tersangka SKM ” kata Kapolres. Dari informasi tersebut petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku dan menyita barang bukti yang digunakan untuk memuat ijazah palsu.

Dari hasil pemeriksaan bahwa pelaku SKM  yang hanya mempunyai ijazah SMP meminta tolong kepada pelaku ADN dan pelaku AM untuk membuatkan ijazah kejar paket C untuk persyaratan pendaftaran perangkat desa Ayam Alas.

Dan ijazah palsu tersebut dibuat oleh AL dengan dibantu oleh TSM yang bertugas mencari logo hologram ijazah serta tanda tangan. Untuk membuat 1 ijazah palsu pelaku SKM mengeluarkan uang sejumlah 5,5 juta rupiah. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Komentar

komentar

BAGIKAN