PERAJIN menyelaraskan nada angklung di Kelurahan Purbalingga Kulon, Purbalingga, Jumat (8/9).

Bambang Irianto, warga Kelurahan Purbalingga Kulon, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga memproduksi kenthongan yang dipadukan dengan angklung, bedug, tripok, tamborin serta bedug sambung atau midle. Barang produksi Bambang ini pun ternyata sudah laris manis hingga luar pulau Jawa termasuk Jambi.

Menurut Bambang, membuat kenthongan merupakan usaha yang ditekuni turun-temurun dan mulai ada geliat ramai mulai tahun 2007 lalu. “Kami tidak berjualan dengan model toko atau bahkan online. Mungkin dari beberapa pembeli yang puas dengan kenthongan yang kami buat menjadikan informasi menyebar hingga saat ini,” katanya, Jumat (8/9).

Untuk harga, kata dia, satu set kenthongan untuk 21 pemain dengan peralatan terdiri dari 15 kenthongan, tamborin, midle, bedug, tripok, gambang serta angklung dijual dengan harga Rp 7 juta. Waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan satu set kenthongan selama 1 bulan lebih. “Yang paling lama saat melaraskan angklung dan gambang. Jika fals atau salah tentu tidak akan merdu,” katanya.

Saking banyaknya peminat kenthongan, dirinya pernah mendapatkan pesanan 12 set dan harus selesai dalam 1 bulan. Dirinya langsung mengundang beberapa warga untuk dipekerjakan agar dapat memenuhinya. “Kami hanya jual alat musiknya saja. Untuk melatih nada kenthongan, biarlah menjadi rezeki orang lain yang paham akan kenthongan,” katanya.

Pekerja lainnya, Edi mengatakan, ada beberapa jenis bambu yang dapat dijadikan kenthongan dan anglung yaitu bambu wulung, tutul, maupun tali. “Namun, hanya bambu wulung yang memiliki kualitas terbaik,” katanya.

Selain itu, bambu juga harus benar-benar sudah tua dan kering. Untuk pengeringan, kata dia, tidak boleh dijemur di bawah sinar matahari melainkan ditarang atau diangin-angin atau kering dengan sendirinya. “Pengeringan model ditarang butuh waktu kurang lebih 8 bulan. Makanya kami selalu stok berbagai jenis bambu untuk bahan pembuatan kenthongan dan lainnya,” katanya.

Kenthongan produksi Bambang, sudah dibeli oleh warga dan beberapa sekolah dari Banjarnegara, Banyumas, Jambi, Yogyakarta, Cirebon, Klaten, Semarang serta lainnya termasuk laris juga di Purbalingga. (gatot hc)

Komentar

komentar

BAGIKAN