SATU di antara warga yang ingin mengadopsi bayi yang ditemukan di Sumbang, Banyumas, melihat kondisi bayi di Dokkes Polres Banyumas, Minggu (10/12).SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

Yang sudah kita dampingi, setahun ini ada tiga kasus pembuangan anak, sedangkan tahun lalu itu satu kasus.

Tri Wuryaningsih
Ketua PPT-PKBGA Banyumas

PURWOKERTO, SATELITPOST-Publik Purwokerto digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki di dalam kardus, Sabtu (9/12) pukul 01.00 WIB. Bayi dengan berat 2,7 Kg dan panjang 44 cm ditemukan di RT 5 RW 2 Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.

Temuan itu pun mendapatkan perhatian dari Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Penanganan Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Anak (PPT-PKBGA) Banyumas, Tri Wuryaningsih. Dia mengatakan kasus pembuangan bayi di Sumbang itu adalah kasus ketiga di tahun ini di Kabupaten Banyumas. “Yang sudah kita dampingi, setahun ini ada tiga kasus pembuangan anak, sedangkan tahun lalu itu satu kasus,” kata dia kepada SatelitPost, Minggu (10/12).

Baca Juga : Bayi Laki-Laki Ganteng Ini Dibuang dengan Tulisan Andrew Anano

Dosen Sosiologi Fisip Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang akrab disapa Triwur ini mencontohkan kebanyakan kasus yang terjadi itu lantaran orangtua atau ibu dari anak yang dibuang melahirkan di luar pernikahan. “Kemudian pasangannya tidak mau tanggung jawab,” ujarnya.

Mirisnya, rata-rata pelaku pembuangan bayi tersebut masih berstatus pelajar. Hal ini dilihat dari dua kasus sebelumnya yang telah terungkap dan ia tangani. “Untuk penanganan kami yang terpenting anaknya harus diselamatkan dulu, pengusutannya nanti kan yang paling penting kesehatannya,” kata dia.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi persoalan ini, satu di antaranya yakni pergaulan bebas yang dilakukan oleh remaja sekarang ini. “Sekarang anak-anak juga tahu berbagai obat-obatan seperti penghambat sperma ke rahim, atau berbagai macam obat-obatan lainnya. Perlu ada penyelidikan terkait kasus ini,” ujarnya.(shandiyanuar@yahoo.com)

Komentar

komentar