BANJARNEGARA, SATELITPOST-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banjarnegara mendukung sepenuhnya langkah Bupati Banjarnegara dalam menertibkan tempat karaoke. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua MUI Banjarnegara Fahmi Hisyam.

“Sebagai ketua MUI, saya sangat mendukung upaya yang dilakukan bupati terkait penertiban tempat karaoke, termasuk menutup yang tidak berizin,” katanya.

Dikatakannya, saat ini waktunya pemerintah menata dan meningkatkan moralitas bangsa. Satu upaya tersebut dengan menertibkan tempat-tempat yang menimbulkan maksiat bagi generasi muda. Biasanya di tempat hiburan menyediakan miras serta pemandu lagu yang berpakaian tidak sopan.

“Kami mendukung penuh, jika masih ada yang tidak tertib, bubarkan saja. Langkah ini juga sebagai penjelasan kepada masyarakat bahwa pemerintah serius dalam menanganani permasalahan moral generasi muda,” katanya.

Ketua Pimpinan Cabang Syarikat Islam Banjarnegara Mushobihin juga mengapresiasi dan mendukung penuh upaya bupati setempat untuk menertibkan atau bahkan menutup tempat tempat karaoke yang disalahgunakan. Syarikat Islam mendukung penutupan tempat karaoke yang digunakan sebagai transaksi miras dan menyediakan pemandu lagu berpakaian tidak sopan.

“Tempat-tempat hiburan yang lebih banyak mendatangkan mudharat bagi masyarakat dan cenderung merusak generasi muda, sehingga harus ditertibkan, bahkan jika perlu ditutup,” ujarnya.

Syarikat Islam sebagai organisasi Islam tentunya akan berupaya mendukung bupati dalam rangka menjauhkan kemaksiatan di Banjarnegara. Syarikat Islam akan selelu berkoordinasi secara internal dan eksternal dengan mengedepankan upaya persuasif yang bermartabat.

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengatakan, penertiban karaoke yang dilakukannya untuk memberikan efek positif bagi pengelola tempat hiburan. Langkah ini bukan berarti menghalangi atau melarang masyarakat dalam berusaha. Dia minta tempat karaoke yang ada dikembalikan pada fungsi sebenarnya, yakni sebagai media hiburan keluarga alternatif.

“Saya minta tempat karaoke tidak lagi menyalahi aturan yang ada, karena mulai banyak fasilitas karaoke yang bertendensi negatif, dan tidak berizin serta tidak mematuhi aturan,” katanya. (oelsatriapos@yahoo.com)

Komentar

komentar

BAGIKAN