PURBALINGGA, SATELITPOST- Sebanyak 14.478 siswa SMP/MTs di Kabupaten Purbalingga mengikuti Ujian Nasional (UN). Jumlah tersebut tidak semuanya menggelar UN Berbasis Komputer (UNBK).

 

Pasalnya, menurut Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga, Joko Supriyadi SPd MPd, sekolah yang menggelar UNBK hanya ada 54 sekolah. Itu pun hanya 11 sekolah yang menggelar UNBK mandiri, 43 sekolah lainnya menumpang di SMA/SMK/MA terdekat. Ada, 62 sekolah lainnya masih menggelar UN kertas dan pensil (UNKP).

 

“Memang belum semua, karena fasilitas belum bisa mandiri, selain itu juga jaringan internet belum semuanya ada. Tapi ini menjadi tantangan untuk bisa melengkapi sarana dan prasarana,” kata Joko, Selasa (2/5).

 

Joko mengatakan, UNBK SMP di Kabupaten Purbalingga baru pertama kali digelar. Namun, ia optimistis semuanya berjalan lancar, karena persiapan sudah dilakukan jauh hari.

 

Kepala SMP Negeri 1 Purbalingga, Sutrisno SPd MPd, mengatakan, persiapan sudah dilakukan jauh sebelum pelaksanaan. Berbagai antisipasi terjadinya kendala saat pelaksanaan sudah dilakukan.

 

Sekolahnya menyediakan 3 laboratorium yang digunakan untuk UNBK, dan dilengkapi komputer cadangan. Untuk mengantisipasi terjadi masalah pada satu komputer. Begitu pula servernya pun disediakam cadangan. “Untuk antisipasi listrik padam, kami juga menyediakan genset,” kata dia.

 

Bahkan, ia mengaku menjelang pelaksanaan UNBK, panitia pelaksanaan UNBK mempersiapkan sampai dinihari. Ia mengaku takut komputer dan sarana prasarana lainnya ada yang tidak berfungsi. “Kami cek sampai beberapa jam sebelum pelaksanaan,” katanya.

 

Saat pengecekan terakhir, ia mengatakan sempat terjadi kendala, satu komputer error tidak bisa digunakan. Namun, karena terjadi saat pengecekan sebelum pelaksanaan, tidak mempengaruhi pelaksanaan ujian. “Semuanya lancar, tidak ada kendala apa pun,” katanya.

 

Lebih lanjut, Sutrisno mengungkapkan, UNBK merupakan investasi yang besar di awal. Karena ada banyak yang harus disediakan. Seperti komputer, jaringan internet, server dan lainnya. Namun, untuk pelaksanaan, semuanya jusru lebih mudah. Selain tidak repot, menurut dia juga lebih efektif dan efisien.

 

“Modalnya cukup besar. Tapi karena SMPN 1 Purbalingga merupakan satu sekolah rujukan dari 500 sekolah rujukan lainnya di Indonesia, turut mendapatkan bantuan komputer satu laboratorium,” kata dia.

 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Purbalingga, Tasdi dan Wakil Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi memantau pelaksanaan UNBK. Bupati ke SMPN 1 Purbalingga dan wakil bupati ke SMPN 2 Purbalingga. “Kami berharap suskses semuanya, mudah-mudahan ke dean semua sekolah UNBK merata dan berkualitas,” kata Tasdi. (alf).

 

 

Komentar

komentar