Pemkab Cilacap Genjot Produksi Komoditas Lada

CILACAP, SATELITPOST –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap tengah menggenjot peningkatan produksi hasil komoditas lada. Pasalnya, komoditi lada dinilai cukup prospektif dan memiliki peluang pasar yang terbuka bagi petani Cilacap.

“Dari sejumlah hasil komoditas perkebunan diwilayah Cilacap, lada adalah satu diantaranya yang saat ini sedang kita genjot untuk terus ditingkatkan produksinya. Komoditi yang satu ini mrmiliki nilai jual yang cukup menggiurkan, sehingga dapat membuat gairah petani diwilayah ini kian meningkat,” kata Kepala Dinas Pangan dan Perkebunan Kabupaten Cilacap, Susilan.

Ia mengatakan, peluang bercocok tanam lada ini ditangkap Pemkab dengan merencanakan membuat kebun induk lada di Desa Sadabumi Kecamatan Majenang. Rencana ini sudah diusulkan dan diharapkan bisa segera terealisasi.

“Mudah-mudahan usulan tersebut dapat terealisasi, sehingga Cilacap memiliki Kebun Induk Lada,” katanya.

Menurutnya, nilai jual dipasaran saat ini untuk biji lada kering bisa mencapai Rp 170 ribu per kilogram. Sayangnya, permintaan pasar yang ada belum mampu dipenuhi oleh para petani di Cilacap. Sebab, kapasitas produksi tanaman kebun ini masih belum bisa mengimbanginya.

Dari data yang ada, kata dia, kebun lada di Kabupaten Cilacap saat ini seluas 84,35 hektar yang tersebar disejumlah kecamatan wilayah Cilacap barat. Seperti Dayeuhluhur, Majenang, Cimanggu, Sidareja, Gandrungmangu, Cipari dan Kecamatan Karangpucung.

Selain pengembangan perkebunan lada, kata dia, beberapa komoditas lain juga ikut ditingkatkan. Diantaranya untuk gula aren dan kopi robusta. Gula aren kini sebarannya di Kecamatan Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Cimanggu, Karangpucung dan Sidareja dengan luasan total 261,7 hektar.

Sedangkan untuk perkebunan kopi robusta total luasannya mencapai 313,50 hektar. Perkebunan kopi ini tersebar di Kecamatan Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Cimanggu, Sidareja, Cipari, Gandrungmangu, Karangpucung dan Bantarsari.(ale)

Komentar

komentar