PERWAKILAN Organisasi muda di Banyumas, Korwil Banyumas Raya DPD I Golkar Jawa Tengah, Arief Puguh Praptomo (tengah) Dewan Pakar DPP Gerindra, Abdullah (kiri) dan Balon Bupati Banyumas, Bambang Barata Aji (kanan) menjadi pembicara saat seminar bertajuk 'Keterlibatan Pemuda Di Pilkada Kabupatem Banyumas' yang diadakan Forum Pemuda Banyumas (Fodamas) di RM Kemangi Purwokerto, Senin (13/11).SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

PURWOKERTO, SATELITPOST-Partisipasi pemuda pada dunia politik dinilai dapat memperbaiki kinerja Pemkab Banyumas dan menghasilkan kebijakan pemerintah yang baik. Sehingga diharapkan pemuda tidak lagi menjadi penonton atau bahkan mengabdi kepada politikus golongan tua.

Anak muda lima tahun ke depan harus turun tangan, jangan jadi penonton. Menunjukkan sikap politik berani memimpin Banyumas. Muda mentalnya, bukan muda tapi mental konservatif seperti politisi lama

Arief Puguh Praptomo
Korwil Banyumas Raya DPD I Golkar Jawa Tengah

Hal tersebut dikemukakan oleh tiga pembicara pada seminar bertajuk ‘Keterlibatan Pemuda di Pilkada Kabupaten Banyumas’ di Ruang Anggrek Rumah Makan Kemangi, Senin (13/11).

Dihadiri sejumlah perwakilan organisasi muda di Banyumas, Korwil Banyumas Raya DPD I Golkar Jawa Tengah, Arief Puguh Praptomo, Dewan Pakar DPP Gerindra, Abdullah dan Balon Bupati Banyumas, Bambang Barata Aji menegaskan masa depan Banyumas berada di tangan anak muda.

“Anak muda lima tahun ke depan harus turun tangan, jangan jadi penonton. Menunjukkan sikap politik berani memimpin Banyumas. Muda mentalnya, bukan muda tapi mental konservatif seperti politisi lama,” kata Arief kepada peserta seminar yang digelar oleh Forum Pemuda Banyumas (Fodamas) tersebut.

Ia mengatakan, Banyumas terancam tertinggal dengan daerah lain jika tidak dipimpin oleh Bupati berjiwa muda dengan rentang usia 26 sampai 55 tahun. Sebab ada sejumlah tantangan besar seperti layanan publik, lapangan pekerjaan dan kemiskinan yang hanya bisa diselesaikan oleh pemimpin berwawasan kekinian.

“Destinasi pariwisata, orang lama susah memahami trennya. Lapangan pekerjaan dan kemiskinan butuh terobosan baru, pemanfaatan teknologi informasi sebagai jalur pertumbuhan ekonomi baru yang paling paham ya anak muda,” kata dia.

Sedangkan menurut Bambang Barata Aji, partisipasi anak muda sebenarnya bisa dipicu dari dua sisi. Kebesaran hati golongan tua, dan kemauan keras anak muda. Politisi lama diminta berbesar hati mengurangi pemaksaan kehendak kepada anak muda yang bertahap mulai menyadari pentingnya keterlibatan di dunia politik.

“Contoh melibatkan anak muda adalah seperti tadi, membiarkan peserta aktif menyampaikan gagasan dan kami pembicara menjadi bagian keasyikan semangat bersama. Meski pembicara tidak menghadirkan yang tua, kalau muda tapi perilaku konservatif sama saja,” kata dia.

Ia mengatakan, tidak perlu banyak menggurui anak muda saat ini. Setelah seminar dan diskusi,┬ákata dia, diharapkan terus bergulir menjadi langkah anak muda turun tangan dalam politik aktif di Banyumas. “Sebaiknya terus bergulir, jangan sekali diskusi dan tidak ada lagi. Gagasan anak muda harus terus bergerak. Tantangan sosial ekonomi dan budaya, solusinya ada di anak muda,” kata dia.

Begitupula menurut koordinator Fodamas, Damas Baswanansa. Ia mengatakan partisipasi pemilik di Pilkada Banyumas selalu rendah. Sebab mayoritas pemilihnya adalah anak muda yang belum turun tangan ke dunia politik dan membawa gagasan segar.

“Yang muda jangan terus menerus mengabdi, ketergantungan terhadap yang tua. Meskipun tetap menghormati yang sepuh, karena itu norma dan nilai yang harus dijaga,” kata dia. ([email protected])

Komentar

komentar