KADER Pemuda Muhammadiyah PAC Kejobong berfoto bersama usai mengikuti penyuluhan Tentang Bahaya Narkoba yang diselenggarakan di Kompleks Masjid Jami’ An Nuur Desa Timbang Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga, Minggu (30/4). ISTIMEWA

PURBALINGGA, SATELITPOST-Puluhan kader Pemuda Muhammadiyah PAC Kejobong mengikuti penyuluhan seputar bahaya narkoba yang diselenggarakan di Komplek Masjid Jami’ An Nuur Desa Timbang, Kecamatan Kejobong, Minggu (30/5). Penyuluhan tersebut, digelar dalam rangka Pengkaderan Baitul Arqom Dasar (PBAD) Tahun 1438 H / 2017 M.

Tarsito, Kasi P2M BNN Kabupaten Purbalingga mengatakan, siapapun yang mempunyai dan menggunakan Narkoba tidak sesuai ketentuan dalam Undang-undang, maka akan dilakukan tindakan sesuai ketentuan yang ada walaupun tujuannya untuk pengobatan.

“Apabila memang penggunaan narkoba bertujuan untuk pengobatan, maka harus ada ijin dari pihak yang berwenang, seperti RSUD atau dengan resep dokter. Kalau tidak ada ketentuan tersebut, maka akan dilakukan tindakan sesuai ketentuan Undang-undang yang berlaku,” katanya.

Tarsito juga menyampaikan pidato Presiden Republik Indonesia,  Joko Widodo yang menyatakan bahwa Indonesia saat ini sudah darurat narkoba. Penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah mencapai 5,2 juta orang.

“Kita semua harus waspada dengan peredaran penyalahgunaan narkoba yang ada di sekitar. Harus bisa menolak bila ada tawaran dari teman untuk menggunakan narkoba, dengan alasan apa pun,” katanya.

Menurutnya, peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia  begitu masif. Apabila tidak ada tindakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), dipastikan akan terjadi loss generation atau hilangnya generasi muda.

“Pemerintah ingin mewujudkan generasi emas 2045. Artinya, penyelamatan dua generasi sampai dengan tahun 2045 agar NKRI tetap terjaga,” kata Tarsito (rar)

Komentar

komentar

LEAVE A REPLY