PENGENDARA sepeda motor melintas Jl Jenderal Soedirman barat Purbalingga yang tengah dibangun median jalan untuk pembatas jalur dua arah, Jumat (9/6). Lalu lintas 2 arah berdampak pada penghasilan juru parkir setempat. SATELITPOST/CR

PURBALINGGA, SATELITPOST-Pemberlakuan jalur dua arah di Jalan Jenderal Soedirman Purbalingga dengan median tengah berdampak buruk bagi para juru parkir. Pemangunan median tengah membuat lahan parker tepi jalan umum semakin sempit. Akibatnya, pendapatan para juru parker juga menurun.

 

Sebelumnya mobil yang parkir di depan pertokoan posisi bagian belakangnya serong ke kiri sedikit. Namun saat ini mobil harus lurus satu arah di tepi jalan untuk memberi ruang bagi pengguna jalan.

 

“Jelas berkurang jauh banget. Ini kan masih satu arah, tapi orang-orang bingung mau lewat sana (kiri, red) atau sini (kanan, red),” kata Wiarto, penjaga parkir di Jalan Jenderal Soedirman. Ia menjaga parkir di area pertokoan sebelah kanan Jalan Jenderal Soedirman. Karena pembangunan median tengah sudah dilakukan, jalan seolah-olah sudah menjadi dua arah sehingga pengguna jalan banyak yang menggunakan lajur kiri ketika melintasi jalan yang sedang dilakukan pembangunan median tengah itu.

 

Pendapatan bersih Wiarto per hari sejak dibangunnya median tengah itu rata-rata Rp 20 ribu-Rp 40 ribu. Jumlah itu didapat setelah dikurangi setoran parkir sebesar Rp 19.500. Setoran itu ia bagi dua dengan teman sesama penjaga parkir di sebelah areanya.

 

Karena Wiarto merasa ini adalah dampak bingungnya pengguna jalan untuk melewati ruas jalan yang mana, maka ia dan pemilik toko tempatnya menjaga parkir berinisiatif membuat rambu jalan sendiri berbentuk anak panah kanan dan kiri. Rambu itu berarti ruas jalan kanan dan kiri boleh dilalui. “Tanda itu bikin sendiri dengan pemilik toko,” ujar Wiarto.

 

Hal serupa juga dialami Purjito (57). Ia menjaga parkir tidak jauh dari lahan parkir Wiarto. Purjito bercerita biasanya dengan kondisi jalan sebelum dibangun median tengah, ia dalam sehari bisa mendapatkan Rp 60 ribu. “Kalau sedang ramai bisa Rp 100 ribu,” katanya.

 

Saat ini, Purjito hanya bisa mendapatkan Rp 40 ribu sampai Rp 70 ribu. Itu pun harus dikurangi dengan setoran setiap harinya. “Kalau dapat Rp 40 ribu, setor Rp 20 ribu. Saya cuma dapet Rp 20 ribu,” katanya. Pendapatan sebesar itu ia dapatkan selama menjaga parkir sejak pukul 08.00 WIB  hingga 16.00 WIB.

 

Kondisi tersebut dikeluhkan oleh penjaga parkir di ruas jalan bagian kiri. “Berkurang (pendapatan-red). Sekarang parkir mobilnya kan harus lurus. Area parkirnya jadi berkurang. Sekarang (area parkirnya, red) sekitar 1,5 meteran,” kata Mukhlis (52), penjaga parkir di ruas jalan bagian kiri Jalan Jenderal Soedirman, Jumat (9/6).

 

Jika dibandingkan dengan penjaga parkir di ruas jalan bagian kanan, penghasilan Mukhlis lebih banyak. Namun ia mengaku tetap berkurang sejak terjadi pembangunan median tengah itu. “Sekarang (pendapatan, red) kotor (perhari, red) itu sekitar Rp 100 ribu. Bersihnya sekitar Rp 50 ribu,” kata Mukhlis. Sebelum adanya pembangunan median tengah, Mukhlis mengaku penghasilan kotornya bisa mencapai Rp 150 ribu per hari.

 

Keluhan juga datang dari seorang pemilik toko di ruas jalan bagian kanan. Ia tidak bersedia menyebutkan namanya. Ia berpendapat seharusnya pembangunan median tengah dikerjakan setelah pelebaran jalan. “Seharusnya jalan dilebarkan dulu, baru dibangun itu (median tengah, red). Kalau begini kan jadi gak rapi,” katanya.

 

Menanggapi hal tersebut, Kabid Bina Marga Dinas PU Kabupaten Purbalingga, Nugroho Priyo Pratomo selaku pelaksana kebijakan di bidang penyelenggaraan jalan mengatakan hal itu adalah efek sementara. “Itu karena masyarakat belum terbiasa saja. Nanti kalau sudah terbiasa pasti akan ramai juga,” katanya ketika dihubungi SatelitPost melalui sambungan telepon, Jumat (9/6).

 

Nugroho juga menjelaskan tugas Bina Marga adalah bagaimana pembangunan jalan berjalan baik. Terkait pembangunan median tengah di Jalan Jenderal Soedirman itu ia memastikan akan nyaman dipakai saat lebaran. “Tanggung jawab kami adalah bagaimana pembangunan jalan pada tujuh hari sebelum dan tujuh hari setelah lebaran sudah bisa terpakai nyaman dan tidak ada kegiatan (pembangunan, red),” ujarnya.  (cr)

 

Nugroho menjelaskan pembangunan median tengah dan pelebaran Jalan Jenderal Soedirman ini mengaggarkan waktu 180 hari. Untuk itu, ia menjelaskan kemungkinan besar jalan akan dilebarkan setelah lebaran 2017. “Sehabis lebaran akan dikerjakan,” katanya.

 

Nugroho juga menambahkan bahwa dalam pelebaran jalan itu nantinya akan mengurangi luas trotoar. Dalam rencana pembangunan, trotoar yang terpakai sepanjang 2 meter. “Tapi setelah jadi, hanya terambil 1,5 meter,” katanya.(cr)

 

Komentar

komentar