CILACAP, SATELITPOST-Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV membentuk satuan tugas (Satgas) Lebaran. Hal ini dilakukan untuk memastikan pasokan stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG aman di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

“Satgas ini dibentuk untuk memonitor stok BBM dan LPG terutama pada saat libur Lebaran, bertujuan untuk memonitor agar BBM dan LPG d lapangan tetap terjaga keberadaannya,” ujar Area Manager Communication and Relation Jawa Bagian Tengah, Andar Titi Lestari, Minggu (18/6).

Satgas ini nantinya akan bekerja secara lebih komprehensif dan diperkuat oleh person in charge (PIC) dari berbagai fungsi, di antaranya Sales Executive baik retail maupun domestik gas, supply and distribution, keuangan, IT dan didukung penuh oleh Hiswana Migas serta berbagai fungsi dan instansi terkait.

Satgas ini mulai aktif dan bekerja pada H-15 sampai H+15 Hari Raya idulfitri. Supply point dan satgas akan bekerja selama 24 jam sebagai antisipasi padatnya arus mudik Lebaran yang menyebabkan kemacetan.

“Strategi pembentukan satgas ini juga diberkuat dengan dibentuknya 27 SPBU dan 13 SPBE kantung, yang tersebar di berbagai lokasi untuk memperpendek jarak dan waktu tempuh mobil tangki, serta ditambah dengan adanya 7 serambi dan 25 kios kemasan pertamax, diharapkan mampu menambah kemudahan masyarakat memperoleh BBM,” katanya.

Selain itu, berdasarkan pengalaman sebelum-sebelumnya, jika terjadi kemacetan panjang, terutama pada exit tol Brebes Timur dan antrean panjang di SPBU, Pertamina MOR IV siapkan motor suplay BBM. Motor akan disiapkan sebanyak 1-3 motor per titik di kios dan membawa kemasan BBM Pertamax, Pertamina Dex dan Dexlite 1 liter dan 10 liter.

“Pertamina kerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengkondisian jalur ‘contra flow’ yang nantinya kami siapkan motor yang akan mensuplai BBM jika terjadi kemacetan parah,” ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan akan adanya ancaman mogok dari awak mobil tangki (AMT) di beberapa wilayah, pihaknya mengatakan tidak ada aksi mogok di Cilacap. Sehingga tidak mengganggu operasional pendistribusian.

“Untuk di Cilacap tidak ada AMT mogok, semua berjalan seperti sebelumnya dan tidak mengganggu operasional pendistribusian,” katanya.

Sedangkan untuk stok sendiri, kata dia, dipastikan aman di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Stok tambahan bervariasi di tiap daerah dengan rata-rata kenaikan 21 persen gasoline (premium dan pertamax) dan gasoil (solar dan pertamina dex) mengalami penurunan -2 persen, serta rata-rata kenaikan untuk LPG sebanyak 5-10 persen dibanding rata-rata konsumsi harian. (ale_rafter@yahoo.com)

Komentar

komentar