CILACAP, SATELITPOST-Beberapa petugas parkir mengaku belum mengetahui jika lahan parkir akan ditangani oleh pihak ke tiga. Belum ada sosialisasi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap.

“Belum tahu jika akan dipihakketigakan, mungkin belum disosialisasi ke sini,” kata juru parkir di Pasar Sidodadi yang enggan menyebutkan namanya, Selasa (5/9).

Dia mengatakan, jika nantinya dipegang oleh pihak ketiga, yang terpenting, tidak ada perubahan yang terjadi pada pekerjaannya tersebut. Pasalnya sudah sekitar 20 tahun dia melakoni pekerjaan tersebut.

“Yang penting tidak menempatkan orang baru di sini, kita masih bisa di sini, setorannya juga sama. Ya pokoknya ngga ada perubahan, ya ngga apa-apa. Saya kan nyari duitnya dari sini,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap, Tulus Wibowo melalui Kepala UPT Perparkiran Masikin Jafar mengatakan untuk petugas parkir yang saat ini ada akan diberdayakan. Karena masuk dalam klausul persyaratan lelang.

“Yang sekarang tetap di situ tetap memberdayakan yang sudah ada. Tapi tetap ada evaluasi, kalau sudah dipihakketigakan, kalau yang tidak disiplin bisa dievaluasi oleh rekanan yang menang,” ujarnya.

Jumlah petugas parkir yang ada di seluruh Cilacap di bawah Dishub ada sebanyak 350 orang petugas. Mereka tersebar di empat distrik yang ada di Cilacap, eks kotip, distrik Kroya, Majenang, dan Sidareja.

Jika nantinya pihak ke tiga akan mengganti, apa mereka mau mencari orang sejumlah juru pakir saat ini, serta dipastikan terjadi gejolak, apabila mata juru pencaharian para juru parkir dihentikan.

“Bisa jadi gejolak kalau diganti semua, tapi di dalam klausul ada ketentuan tetap memberdayakan, jadi mereka masih tetap di lokasi saat ini,” katanya.

Dishub terus melakukan sosialisasi kepada juru parkir secara bertahap. Melalui koordinasi yang dilakukan di setiap distrik pada setiap bulannya.

Sementara itu, parkir dilelangkan sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2009 tentang Petunjuk Teknis Tata Cara Kerja Sama Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2007 tentang tata cara pelaksanaan kerjasama daerah.

Untuk saat ini pelaksanaan lelang pengelolaan parkir selama 3 bulan mulai Oktober sampai Desember 2017 dinyatakan gagal. Pasalnya pemohon dengan lelang sistem prakualifikasi ini  tidak memenuhi kuorum.

“Sesuai aturan pemohon minimal 5, dan itu harus dalam bentuk PT (perusahaan terbatas). Kemarin yang mendaftar untuk parkir tepi jalan umum ada 4 perusahaan, dan 7 untuk tempat parkir khusus. Yang mengembalikan untuk tepi jalan umum hanya tiga perusahaan dan tempat parkir khusus 2 perusahaan,” katanya.

Faktor lainnya, karena dari perusahaan yang mendaftar belum semuanya berbentuk PT, tetapi masih ada yang CV. Selain itu waktu lelang yang cukup sempit dan hanya dilakukan untuk tiga bulan terakhir di tahun 2017 ini.

Karena itu dilaksanakan rapat yang digelar pada tanggal 31 Agustus 2017 dipimpin oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Cilacap, Dian Setyabudi yang dihadiri Polres, Kejaksaan, Dishub, Inspektorat, dan BPPKAD, Bagian Pemerintahan, Bagian Hukum, Unit Layanan Pengadaan (ULP), yang menyatakan gagal lelang. Jika diulang kembali, waktunya terlalu mepet.

“Disepakati karena lelang gagal, jadi pengelolaan parkir sampai akhir 2017 dikembalikan ke UPT Perparkiran, dengan target perubahan yang disepakati kemarin. Lelang akan dilakukan untuk tahun 2018, dan prosesnya dimulai pada Oktober besok,” ujarnya. (ale)

Komentar

komentar

BAGIKAN