Pilbup Banyumas 2018, Partisipasi Pemilih Diprediksi Turun

Di dua pilkada terakhir tercatat jumlah partisipasi pemilih rendah, selalu di bawah 70 persen. Pilkada 2013 itu hanya 66,3 persen. Kalau di 2018 calonnya sama seperti di dua Pilbub sebelumnya, Marjoko dan Husein, tentu tidak semakin menarik masyarakat

Luthfi Makhasin
Kepala Jurusan Politik Fisip Unsoed

PURWOKERTO, SATELITPOST-Partisipasi pemilih di Pilbub 2018 diprediksi akan menurun. Sebab hingga saat ini masyarakat belum mendapat pilihan lain selain Marjoko dan Husein yang sudah pernah beradu di dua kali di ajang pemilihan bupati. Persoalan minimnya figur di Banyumas dan rendahnya kualitas kebijakan yang muncul dari para politisi menjadi faktor yang membuat masyarakat enggan berpartisipasi.

“Di dua pilkada terakhir tercatat jumlah partisipasi pemilih rendah, selalu di bawah 70 persen. Pilkada 2013 itu hanya 66,3 persen. Kalau di 2018 calonnya sama seperti di dua Pilbub sebelumnya, Marjoko dan Husein, tentu tidak semakin menarik masyarakat,” kata Luthfi Makhasin, Kepala Jurusan Politik Fisip Unsoed, Rabu (6/11).

Ia mengatakan, faktor utama naik dan turunnya partisipasi pemilih bukanlah tinggi atau rendahnya sosisalisasi adanya Pilbub yang diselenggarakan oleh KPUD, tetapi Calon Bupati yang menarik atau tidak bagi masyarakat. KPUD tidak bisa jadi tersangka utama jika Pilbub 2018 partisipasinya semakin berkurang.

“Jumlah pemilih muda juga meningkat dan teknologi informasi membuat masyarakat mudah menilai kebijakan yang ada. Politisi yang ada selama ini tidak mampu memproduksi good policy,” kata dia.

Di dua Pilbub Banyumas sebelumnya, menurut Luthfi Makhasin, jumlah suara pemenang lebih sedikit dibadningkan jumlah suara yang tidak memimilih ke pemenang Pilbub Banyumas. Husein-Budhi mendapatkan suara sah sebanyak 368.798 (45,32 persen).

“Bupati terpilih suaranya masih sedikit, apalagi jika dilihat dengan total jumlah pemilih. Padahal Banyumas cukup dinamis, harusnya partisipasi masyarakat di Pilkada tinggi,” kata dia.

Sedangkan menurut Ketua DPC PKS, Setya Ari Nugraha, partisipasi pemilih di Pilbub memang bukan tanggung jawab KPUD saja. Parpol harus memberikan pilihan yang baik untuk masyarakat, sehingga masyarakat Banyumas merasa terwakili aspirasinya saat Pilbub berlangsung.

“Kalau dari PKS jelas, kami sebagai Parpol akan berusaha mengusung calon yang baik untuk masyarakat Banyumas. Partisipasi masyarakat itu tergantung yang diusung,” kata dia.

Untuk meningkatkan partisispasi pemilih, DPC PKS rencananya tetap fokus pada langkah menyosialisasikan calon bupati yang akan disusung nanti, sebab satu arah tujuan. Semakin banyak yang memilih akhirnya calon dari PKS jadi Bupati terpilih.

“Sebaiknya parpol fokus saja mencari figur yang baik untuk masyarakat. Kemudian ajak masyarakat untuk memilih calon yang diusung,” kata dia.

Adapun menurut Ketua DPD Golkar Banyumas, Supangkat, Golkar akan semakin memperkuat basis kader hingga tingkat pedesaan. Sebab partisipasi politik masyarakat menurutnya tidak berhenti hanya sampai jadi pemilih saat pemilu.

“Perkuat basis hingga tingkat desa, partisipasi politik itu tidak hanya di pemilihan saja. Tetapi juga pada kritik dan saran basis parpol terhadap kinerja pembangunan. Kalau masyarakat sadar politik, maka tentu saat Pilbub ia akan memilih calon yang mewakili mereka,” kata dia.(auliaelhakim01@gmail)

Komentar

komentar