BERAWAL dari seringnya mendengarkan kakaknya siaran radio, Purnomo Tyas Amboro akhirnya menggeluti dunia kepenyiaran radio sampai saat ini. Pria berusia 26 tahun ini sudah sembilan tahun menjadi penyiar radio.

 

Setelah lulus SMA, ia mendafarkan diri ke radio Paduka FM di Purwokerto, radio remaja yang sejak lama sudah ia dengarkan. Setelah melalui tahap seleksi, Tyas lolos. Karena kecintaannya terhadap dunia kepenyiaran, Tyas sering dipercaya untuk menjadi penyiar jika ada band-band terkenal yang bertandang ke Barlingmascakeb dan diundang ke radio tempatnya bekerja.

 

“Endank Soekamti dan Efek Rumah Kaca. Mereka pecah! (keren, red),” katanya. Ia mengakui mengagumi dua grup musik itu karena liriknya yang unik dan musiknya yang asik.

 

Pria asal Desa Kebutuh, Kecamatan Bukateja ini juga sering dimintai untuk menjadi pembawa acara di luar dunia kepenyiaran. Ia pernah menjadi pembawa acara sebuah pameran seni rupa di Yogyakarta.

 

“Kaget juga, karena pengunjung banyak orang bule,” katanya. Dengan segala keberanian yang ia miliki, Tyas kemudian membawakan acara pameran seni rupa itu dengan bahasa Inggris untuk pertama kalinya.

 

Meski tidak menjadikan dunia penyiaran sebagai pekerjaan utama, Tyas mengaku tetap bertahan di dunia yang ia gemari ini bukan semata-mata karena alasan ekonomi. “Saya bertahan bukan karena uang, tapi karena kecintaan dengan dunia radio,” katanya.(cr)

 

Komentar

komentar

LEAVE A REPLY