Pemkab Purbalingga Melakukan Sosialisasi Rencana Pembangunan Jaringan Irigasi Slinga

PURBALINGGA, SATELITPOST-Pemkab Purbalingga memasyarakatkan Rencananya Pembangunan Jaringan Irigasi Slinga di Balai Kelurahan Bancar, Purbalingga Wetan, Selasa (14/11).

Tahapan pembangunan tersebut dilakukan dalam kurun waktu tiga tahun yakni 2017-2019. Saat ini, sudah masuk pada tahapan persiapan. Setidaknya ada lima wilayah di lima kecamatan yang lahannya perlu dibebaskan.

“Kita sudah mulai masuk pada tahap persiapan, pembangunan dilaksanakan 3 tahun anggaran, mulai dari 2017,2018, dan 2019,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PKDSA I Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS-SO) Tri Surya Irawan, kemarin.

Rencananya, Bendungan Slinga akan dikembangkan untuk irigasi. Rancangannya akan memiliki  lebar 30 meter dengan kedalaman sekitar 1-10 meter.  Pengembangan tersebut  nantinya bisa mengoptimalkan irigasi nonteknis. Di mana irigasi yang masih mengandalkan air hujan. Sehingga bisa mengoptimalkan pertanian.

“Meningkatnya irigasi nonteknis, belum ada sumber air tepat atau mengandalkan air hujan menjadi aliran irigasi teknis. Nantinya bisa dibangun irigasi terbuka, atau irigasi yang menggunakan semacam gorong-gorong,” ujarnya.

Berdasarkan perhitungan studi tata ruang, irigasi membutuhkan tanah yang mencakup lima kecamatan. Masing-masing Kaligondang, Kejobong, Bojongsari, Purbalingga, Kalimanah. Ada 166 bidang tanah di 22 desa. Selain itu juga ada bangunan pemerintah, pribadi dan tanah wakaf.

“Lima kecamatan yaitu Kaligondang, Kejobong, Bojongsari, Purbalingga, Kalimanah. Di Wirasana kena 2 Ha, Purbalingga Wetan 1 Ha, Bancar 1,5 Ha, Penambongan 1,5 Ha. Tapi, luas tanah yang dibutuhkan hasil studi, masih bisa berubah,” kata dia.

Pembicara lain pada acara tersebut yakni perwakilan dari Dinas Permukiman Provinsi, Hendro. Pada rencana program ini, dia masuk pada tim persiapan. Hendro menyampaikan, saat ini masih proses sosialisasi kepada berbagai pihak, termasuk masyarakat. Namun, di tahapan ini belum membahas nominal ganti rugi lahan.

“Kalau mengikuti rencana target paling cepat, pengadaan tanah tuntas Juni 2018. Bisa sampai pembayaran. Belum membahas nominal ganti rugi,” kata Hendro. (min)

Komentar

komentar