ANGGOTA Karang Taruna Perisai, Desa Keramat, Kecamatan Karangmoncol, lakukan upaya konservasi satwa liar yang berhabitat di hutan sekitar desa dengan pemetaan, beberapa waktu lalu.

PURBALINGGA, SATELITPOST-Khawatir kehilangan potensi hutan, Karang Taruna Perisai, Desa Keramat, Kecamatan Karangmoncol, lakukan upaya konservasi satwa liar yang berhabitat di hutan sekitar desa.

Muhammad faiz, anggota Perisai mengatakan, keberadaan satwa liar penghuni hutan di kawasan desa dengan kontur berpukitan tersebut berpotensi tergusur. Tidak hanya karena perambahan hutan, dan perburuan saja, aktivitas manusia lainnya di dalam hutan juga mengancam kelestariannya.

Berdasarkan pendataan sementara anggota Perisai, diketahui beberapa jenis satwa liar yang hidup di kawasan tersebut. Di antaranya masih ada Owa Jawa (Hylobates moloch), Lutung Jawa (Trachypithecus auratus), Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), Rekrekan atau Monyet Daun (Presbytis fredericae), Bajing Jelarang (Ratufa bicolor), dan Julang Mas (Aceros undulatus).

“Binatang liar itu berhabitat di hutan perbukitan sepanjang Desa Kramat-Sirau. Mulai dari wilayah Gunung Buthak atau biasa dikenal Ngarai Siregol, hingga wilayah Gunung Goa yang termasuk wilayah Perhutani,” ujarnya.

Pengumpulan data yang dilakukan meliputi identifikasi habitat, dan sumber makanan satwa. Survei itu dilakukan dengan dua metode, yakni line transek dan vocal caunt khusus untuk Owa Jawa.

“Kami juga sudah data kebiasaan keluar, makan, bersuara, dan kapan mereka beristirahat,” katanya.

Kawasan hutan Gunung Buthak, masih menjadi surga bagi satwa liar karena terisolir dari permukiman.

Karang Taruna Perisai berencana memadukan upaya konservasi dengan pariwisata. Harapannya tidak sekedar menikmati pemandangan tetapi juga muncul kepedulian dan tanggung jawab untuk pelestariannya.

“Rencananya 25 November nanti kami akan menyelenggarakan Siregol Primate Watching. Ini acara pengamatan primata berbalut diskusi dengan berbagai instansi dan lembaga terkait konversari satwa liar dan dilindungi,” ujarnya.

Kepala Desa Kramat, Kecamatan Karangmoncol, Imam Suwarso mengatakan, Pemdes secara penuh mendukung upaya konservasi dan pengembangan pariwisata di kawasan tersebut.

“Upaya konservasinya harus berjalan dulu, jangan sampai pembangunan pariwisata justru mengancam keberadaan satwa liar,” kata Suwarso. (min)

Komentar

komentar