Ilustrasi

PURWOKERTO, SATELITPOST- Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, jumlah investor pasar modal di area eks Karesidenan Banyumas mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Terhitung, per Desember 2014 sampai dengan Oktober 2017 jumlah investor telah bertumbuh sebanyak 6.917 investor.  Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta, Irfan Noor Riza, Selasa (14/11).

Berdasarkan data BEI, untuk investor di wilayah eks Karesidenan Banyumas, jumlah investor jika dirinci, per Desember 2014 mencapai  2.319 investor. Sedangkan per Desember 2015 mencapai 3.244 investor dan jumlah investor per Desember 2016 sebanyak  7.158 investor. Untuk jumlah investor per Oktober 2017, lanjutnya sudah mencapai angka 9.236 investor

“Semakin bertumbuh tiap tahunnya. Kami optimistis ke depan seiring dengan pertumbuhan ekonomi, investor di Barlingmascakeb juga akan bertumbuh lagi,” kata dia.

Irfan mengatakan, investor yang telah menanamkan sahamnya, terdiri dari  berbagai macam kalangan. Mulai dari karyawan baik pegawai negeri maupun swasta, pengusaha, guru, ibu rumah tangga dan mahasiswa.

“Dari jumlah total tersebut, lima persennya berasal dari kalangan mahasiswa,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan jumlah investor ini tidak terlepas dari program Yuk Nabung Saham. Bahkan program ini, dapat menggeser prosentase komposisi kepemilikan saham antara pihak asing dengan masyarakat lokal.

“Sebelum adanya program Yuk Nabung Saham, komposisi kepemilikan asing dibanding lokal adalah asing 6 persen  dan lokal 37 persen.  Setelah gencar adanya kampanye Yuk Nabung Saham, pertumbuhan lokal cukup lumayan. Komposisi kepemilikan Asing  dibandingkan dengan lokal berubah. Asing 54,5 persen dan lokal  45,5 persen. Walaupun masih dikuasai oleh asing, tapi cukup bertumbuh kepemilikan lokal di bursa saham Indonesia,” ujar dia.(ind)

Komentar

komentar

BAGIKAN