PURBALINGGA, SATELITPOST-Satu murid SDN 1 Karangaren, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga yang diduga mengalami keracunan mi gulung pada Rabu (11/10) lalu, dirujuk ke RSUD Goeteng Taroenadibrata. Berbeda dengan 11 temannya, murid bernama Iyun Salira sampai kemarin masih merasakan pusing dan mual-mual.

“Tadi malam saya ke sana,  Iyun diinfus, masih mual-mual, pusing. Ya itu sebagai reaksi proses detoksifikasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikantono, saat ditemui SatelitPost di kantornya Kamis (12/10)

Jika merujuk pada jarak waktu anak-anak merasakan gejala keracunan setelah menyantap milung, Hanung memprediksi bahan makanan itu mengandung racun. Apabila gejala dirasakan satu hari setelahnya, biasanya karena bakteri.

“Tapi kalau dilihat dari gejala kemarin , ini dugaan saya dari bahannya, entah saus atau minya . Karena jika seseorang makan sekarang gejalanya besok itu biasanya kena bakteri seperti salmonela, ecoli. Tapi kalau makan hari ini tapi gejalanya hari itu juga, dugaan saya dari bahan makanannya mengandung racun,” katanya.

Saat ini pihaknya masih belum bisa memastikan penyebab keracunan karena masih menunggu 7-10 hari untuk mendapatkan hasil cek laboratorium. Cek sampel makanan dikatakan Hanung akan dilakukan di Solo atau di Semarang.

Ngecek-nya bukan di sini. Seringnya sih di Semarang. Nanti bisa dicek dari bahannya, alatnya, atau pemrosesannya, kami masih nunggu,” katanya

Terkait kasus ini, pihaknya akan meningkatkan pembinaan terhadap kesehatan keamanan pangan di industri rumah tangga. Namun jika terjadi sesuatu, ia akan menyerahkan kepada pihak yang berwajib.

Hanung mengimbau agar orangtua membekali anaknya dengan bekal makanan dari rumah. Selain itu, sebelum berangkat sekolah pastikan anak sudah menyantap sarapan.

“Kalau bisa dibekali makanan jangan duit. Yang paling pertama ya sarapan. Yang ditengarai korban terkena keracunan kan dia makan lebih banyak milung karena ia belum sarapan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SDN 1 Karangaren Asih Sugiarti SPd SD mengatakan, Iyun diperbolehkan pulang hari ini. Karena kondisinya mulai membaik. “Berdasarkan pemeriksaan dokter, besok sudah bisa pulang,” katanya.

Diketahui, 11 murid SDN I Karangaren, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga diduga keracunan makanan yang dijual pedagang di sekitar sekolah setempat, Rabu (11/10). Diduga mereka mengalami mual setelah memakan mi gulung (milung). (cr)

Komentar

komentar