Musngadi (Kang Mus), Ketua Peduli Sehat Yatim Dhuafa (PSYD) Jawa Tengah

SIAPA yang mengangka, dibalik sosok garanya seorang Musngadi ternyata adalah seseorang dengan kelembutan hati dan gampang trenyuh pada kesulitan sesamanya. Dia mengaku sering tak kuasa mengendalikan emosinya, jika melihat warga tidak mampu atau kurang beruntung dari sisi ekonomi, kondisi fisik, maupun lainnya.

“Jika melihat itu, saya langsung ‘ngabari’ teman-teman sesama anggota PSYD dan mencari sumber dana untuk segera membeerikan pertolongan,” kata Musngadi, ketua PSYD Jawa Tengah.

Langkah cepat pernah dilakukan setelah muncul pemberitaan tentang keluarga Ida, asal Desa Gumelem Kulon yang sering menahan lapar selama dua hari, hingga tuntas dibangunkan rumah. Menurut perangkat di Desa Petambakan, Kecamatan Madukara yang akrab disapa kang Mus ini, PSYD tidak sendirian. Para relawan lainnya termasuk dari pemerintah baik kabupaten maupun desa, selalu terlibat penuh dalam setiap aksinya.

Supaya tidak mengganggu kebutuhan keluarga, dia menjalankan usaha pembuatan lampu tidur yang dijualnya seharga Rp 100 ribu. Hasil penjualannya dia sisihkah sebagian untuk dana cadangan atau dana cepat jika ada laporan warga yang kurang beruntung dari sisi ekonomi, rumah, kesehatan dan lainnya.

Menurut dia, jika semua orang memiliki kepedulian terhadap sesama, tentu tidak akan ada warga yang harus terlunta-lunta atau bahkan sengsara karena tidak mendapat perhatian. Bermodalkan motto perjuangan ‘Sehat Mereka Senyum Kita’, Kang Mus menjaga semangatnya mencari informasi keberadaan warga kurang beruntung.

“Saya tetap tidak meninggalkan kewajiban sebagai perangkat desa. Indahnya hidup adalah hidup yang mau berbagi kebahagiaan,” katanya.(gat)

Komentar

komentar

LEAVE A REPLY