SEJUMLAH anak mandi lumpur sebagai daya tarik wisata di Desa Pagak, Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, beberapa waktu lalu.SATELITPOST/MAULA

BANJARNEGARA,SATELITPOST-Areal persawahan yang dipenuhi dengan rawa menjadi permasalahan bagi sebagian besar wilayah. Namun berbeda dengan Desa Pagak, Kecamatan Purwareja Klampok. Keberadaan rawa dan lumpur di desa tersebut justru menjadi daya tarik wisata.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, desa yang baru saja dikukuhkan sebagai desa wisata ini menggelar berbagai even yang berkaitan dengan lumpur. Antara lain, mulai dari voli lumpur, mandi lumpur, hingga perang lumpur.

Ratusan orang baik warga lokal maupun wisatawan lokal turun ke sawah yang sudah dipenuhi dengan lumpur. Mereka berbaur menjadi satu untuk menikmati aneka permainan dengan lumpur. Ratusan warga ini larut dalam kegilaan main lumpur, saling melempar lumpur dan melumuri sekujur tubuh dengan lumpur yang ada.

Kepala Desa Pagak ,Sudarwo mengatakan, selama ini lumpur di kawasan rawa yang ada di desanya memang menjadi kendala bagi petani. Sebab, lumpur tersebut bisa amblas hingga kedalaman pinggul orang dewasa.

“Kita manfaatkan lumpur ini menjadi bagian dari wisata, banyak kegiatan yang dilakukan, mulai voli lumpur, perang lumpur, hingga berbagai permainan yang dilakukan dengan lumpur,” katanya.

Dengan pemandaatan lumpur ini, maka Desa Pagak yang mulai merangkak sebagai desa wisata tidak hanya menjual keindahan alam dan kitiran. Namun, juga ada seni budaya tradisional dan mandi lumpur. (oel)

Komentar

komentar

BAGIKAN