SISWA SMPN 2 Susukan sedang membuat desain batik. Membatik menjadi mata pelajaran bermuatan lokal di sekolah yang ada di Desa Gumelem Kecamatan Susukan ini.

BANJARNEGARA,SATELITPOST-Batik Banjarnegara tengah dikembangkan oleh pemerintah dan warga. Hal ini mendapatkan dukungan dari berbagai lini, dari kalangan pariwisata sampai dunia pendidikan.

Dukungan terhadap pertumbuhan batik lokal ini pun diberikan SMPN 2 Susukan. Belakangan, mereka menerapkan ketrampilan membatik sebagai mata pelajaran bermuatan lokal di sekolah yang ada di Desa Gumelem Kecamatan Susukan ini.

Eni Spuriyanti, pembina muatan lokal batik di SMPN 2 Susukan mengatakan, penerapan muatan lokal bagi siswa itu sesuai dengan peraturan daerah nomor 5 tahun 2008 tentang sistem penyelenggaraan pendidikan. Selain membatik, para siswa juga diajarkan desain batik hingga proses dan pewarnaan batik.

“Kita tidak hanya membatik, tetapi semua proses dari awal hingga menjadi batik, seperti membuat desain, membuat pola, membatik, pewarnaan, hingga peleburan. Pokoknya dari proses awal hingga akhir semua diajarkan,” katanya.

Meski demikian, siswa tak harus mengikuti seluruh muatan lokal yang diberlakukan sekolah. Mereka bisa memilih satu pelajaran bermuatan lokal. Harapannya, dari muatan lokal ini, mereka nantinya bisa mandiri dan siap berkarya dalam membatik, apalagi batik merupakan warisan budaya, di Banjarnegara Desa Gumelem menjadi sentra batik khas Banjarnegara.

“Kita mengajarkan agar para siswa ini juga cinta membantik, sehingga regenerasi membatik Banjarnegara tidak sampai putus. Apalagi batik sudah diakui oleh dunia sebagai warisan budaya Indonesia,” katanya. (oel)

Komentar

komentar