Ilustrasi

CILACAP, SATELITPOST-Pelayanan terhadap masyarakat menjadi nomor satu yang diberikan oleh jasa pelayanan, termasuk transportasi. Karena itu, pengurus organisai angkutan darat selalu mengingatkan kepada para pengelola angkutan di Cilacap untuk terus mengutamakan pelayanan.

“Saya beberapa kali mengikuti pertemuan teman-teman taksi, saya selalu memberi motivasi kepada mereka, jangan hanya orang lain yang dituntut tetapi sudahkah kita memberikan pelayanan yang memuaskan, sudahkah kita memberikan tarif paling murah,” ujar Sekretaris DPC Organda Cilacap Suyatno, kemarin.

Menurutnya, pada pengelola angkutan konvensional juga harus memahami hal tersebut. Pasalnya, dengan adanya perkembangan teknologi seperti saat ini, bermunculan angkutan yang memberikan pelayanan lebih dibandingkan yang konvensional.

Karena itu, dengan adanya perkembangan zaman saat ini, jika tidak menyesuaikan, maka akan semakin terpuruk.

“Kita tetap tidak mungkin menjegal perkembangan teknologi, diarahkan mereka bekerjasama, saling mengisi. Tetapi jangan semata-mata merugikan angkutan tradisional yang sudah ada,” katanya.

Untuk angkutan taksi, sesuai kesepakatan pada audiensi kemarin memang akan melakukan kerjasama dengan pengusaha angkutan berbasis daring. Pihaknya juga menyambut baik dengan hal tersebut.

Sedangkan dengan angkutan kota, Suyatno tidak memungkiri saat ini sudah sangat memprihatinkan. Karena itu, dengan akan adanya pengalihan angkutan kota menjadi bajaj, hal tersebut bisa menjadi alternatif pengusaha dan juga pengemudi angkutan kota.

“Saya menyambut baik Dishub akan ada bentuk lain (angkutan kota) dengan bajaj. Karena dengan bertahan seperti sekarang ini sulit. Apalagi kendaraan mereka lama semua. Satu-satunya jalan mengalihkan. Secara pribadi saya mendukung sekali,” ujarnya.

Sebelumnya, sekitar 115 pengemudi angkutan kota, angkutan pedesaan, angkutan wisata dan pengemudi taksi di Cilacap melakukan aksi menolak adanya angkutan berbasis online. Menurut mereka, adanya angkutan ini membuat pendapatan mereka semakin menurun.

Dalam audiensi yang dilakukan antara para pengemudi, dengan Dinas Perhubungan serta instansi terkait disepakati beberapa poin yang kemudian dituangkan dalam berta acara yang disepakati seluruh perwakilan angkutan konvensional, dan juga angkutan berbasis daring yang datang kemarin.

Di antaranya, meminta kepada angkutan taksi berbasis online untuk segera mengurus perizinan, maksimal pada tanggal 24 Januari besok. Selain itu juga untuk ojek berbasis online tidak diperbolehkan mengangkut penumpang, tetapi mereka masih diperbolehkan untuk memberikan pelayanan lainnya seperti pelayanan antar makanan, belanja, pijat. Apabila ada yang melanggar, Kepolisian Resor Cilacap akan melakukan tindakan dengan tegas.(ale)

Komentar

komentar